Junta Terus Lancarkan Serangan udara
📅 Selasa, 21 Jan 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Arakan Army
BANGKOK – Junta yang berkuasa di Myanmar kembali melancarkan serangan udara hingga menewaskan 28 warga sipil, termasuk anak-anak, dan melukai 25 orang lainnya yang berada di daerah penahanan sementara di Negara Bagian Rakhine barat, kata kelompok bersenjata etnis minoritas pada Minggu (19/1).
Tentara Arakan (AA) terlibat dalam pertempuran sengit dengan militer untuk menguasai Rakhine, tempat mereka telah merebut banyak wilayah dalam setahun terakhir, hingga menutup ibu kota Negara Bagian, Sittwe.
Konflik Rakhine merupakan salah satu unsur kekacauan berdarah yang melanda Myanmar sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta tahun 2021, yang memicu pemberontakan bersenjata yang meluas.
AA mengunggah di saluran Telegram-nya bahwa sebuah jet militer mengebom daerah penahanan di Kotapraja Mrauk-U sekitar pukul 16.45 waktu setempat pada tanggal 18 Januari, tempat anggota keluarga tentara junta ditahan oleh AA.
"Mereka yang tewas dan terluka adalah anggota keluarga tentara Myanmar. Kami menangkap mereka saat terjadi pertempuran," kata AA dalam postingan tersebut. "Saat kami sedang mempersiapkan rencana pembebasan mereka, mereka justru dibom."
Sebaiknya Anda baca juga:
Sembilan anak termasuk di antara mereka yang tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia dua tahun, imbuh AA. Korban tewas lainnya adalah kaum perempuan, menurut daftar korban tewas yang dipublikasikan AA.
Foto-foto akibat serangan udara yang diunggah di saluran Telegram menunjukkan deretan panjang mayat tergeletak di lantai di area berumput, ditutupi kain putih. Sejumlah orang terlihat berduka di dekatnya.
Kantor berita AFP telah berupaya menghubungi junta untuk meminta komentar tentang insiden tersebut, tetapi panggilan tidak dijawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah Sasaran?
Militer tengah berjuang melawan pertentangan terhadap kekuasaannya di berbagai medan tempur di seantero Myanmar, dan secara rutin dituduh menggunakan serangan udara dan artileri untuk menyerang masyarakat sipil.
Tidak jelas apakah serangan di Kotapraja Mrauk-U salah sasaran atau jika junta tidak menyadari bahwa daerah tersebut digunakan sebagai tempat penahanan bagi keluarga tentara.
Selain Pasukan Pertahanan Rakyat yang dipimpin pemuda yang muncul untuk menentang kudeta, militer juga memerangi banyak kelompok minoritas etnis yang telah lama berdiri dan bersenjata lengkap.
Kelompok-kelompok ini, yang termasuk AA, menguasai wilayah yang luas di sepanjang perbatasan Myanmar.
Program Pembangunan PBB memperingatkan pada November 2024 bahwa Rakhine sedang menuju bencana kelaparan karena pertempuran telah menekan perdagangan dan produksi pertanian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!