Jelang Pilpres AS, Korut Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek
📅 Selasa, 05 Nov 2024, 10:36 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP/Anthony Wallace
SEOUL - Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek pada Selasa (5/11) pagi, kata militer Seoul. Peluncuran kedua dalam beberapa hari dan beberapa jam sebelum rakyat Amerika memilih presiden baru.
Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan pihaknya mendeteksi peluncuran "beberapa rudal balistik jarak pendek," sekitar pukul 7.30 pagi Selasa (2230 GMT) ke perairan timur semenanjung Korea.
"Dalam persiapan untuk peluncuran tambahan, militer kami telah memperkuat pengawasan dan kewaspadaan," katanya. Pihaknya berbagi informasi dengan Tokyo dan Washington.
Tokyo juga mengonfirmasi peluncuran tersebut, dan kantor perdana menteri mengatakan Pyongyang telah "meluncurkan dugaan rudal balistik".
Pada hari Kamis, Korea Utara menguji coba apa yang disebutnya sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat yang paling canggih dan kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Itu adalah uji senjata pertama Kim Jong Un sejak dituding mengirim tentara ke Russia.
Peristiwa ini juga terjadi beberapa jam setelah kepala pertahanan AS dan Korea Selatan meminta Pyongyang untuk menarik pasukannya, dan memperingatkan bahwa tentara Korea Utara berseragam Russia sedang dikerahkan untuk kemungkinan melakukan tindakan terhadap Ukraina.
Pada hari Minggu, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat melakukan latihan udara gabungan yang melibatkan pesawat pengebom berat sebagai tanggapan atas peluncuran ICBM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Latihan tersebut mengerahkan pesawat pengebom B-1B milik AS, jet tempur F-15K dan KF-16 milik Korea Selatan, dan jet F-2 milik Jepang.
Latihan gabungan semacam itu membuat Pyongyang marah, yang menganggapnya sebagai latihan untuk invasi.
Sifat Agresif
Kim Yo Jong, juru bicara utama sekaligus saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyebut latihan itu sebagai "penjelasan berbasis tindakan tentang sifat musuh yang paling bermusuhan dan agresif terhadap Republik kita."
Dalam pernyataan yang dimuat pada hari Selasa oleh Kantor Berita Pusat Korea, ia mengatakan latihan tersebut adalah "bukti mutlak mengenai validitas dan urgensi garis pembangunan kekuatan nuklir yang telah kami pilih dan terapkan."
Ia memperingatkan "setiap gangguan terhadap keseimbangan kekuatan antara negara-negara yang bersaing di semenanjung Korea dan di kawasan tersebut sama saja dengan perang."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!