Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Tata Kelola Pangan

Jangan Jadikan Impor sebagai "Shortcut" Atasi Kelangkaan Pangan

Foto : Sumber: Badan Pangan Nasional - KJ/ONES
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kebijakan holistik merupakan kunci utama untuk stabilisasi harga beras dengan didukung data pertanian yang valid. Dengan penerapan kebijakan yang holistik maka kesejahteraan petani akan dibenahi.

Dengan demikian, produksi akan meningkat karena petani berminat menanam selama menguntungkan. Impor seharusnya tidak menjadi jalan pintas ketika terjadi kekurangan produksi dalam negeri, tetapi perlunya evaluasi kebijakan hulu hingga ke hilir agar petani tetap produktif dan harga beras terjangkau di tingkat konsumen.

Peneliti Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, baru-baru ini mengatakan semestinya kebijakan stabilisasi harga dengan impor jangan selalu dijadikan shortcut jika terjadi kekurangan produksi dalam negeri, melainkan menerapkan kebijakan holistik yang dapat memperbaiki kesejahteraan petani," kata Eliza.

Eliza mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh faktor penawaran dan permintaan. Ia menilai kebijakan instan pemerintah yang rencananya akan impor dua juta ton beras untuk 2024 kurang tepat karena Bulog sudah memiliki cadangan beras 1,6 juta ton.

Dewan Penasihat Institut Agroekologi Indonesia (INAGRI), Ahmad Yakub, mengatakan UU Pangan sudah membentuk Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang ditujukan untuk membenahi tata kelola pangan nasional secara holistik, terarah, dan efektif.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top