Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Sawit Optimistis Hadapi Tahun Depan

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 09:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Industri Sawit Optimistis Hadapi Tahun Depan Doc: istimewa

BADUNG - Pelaku industri sawit optimistis menghadapi peluang bisnis tahun depan. Di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan ekonomi global, mereka berharap pemerintah dapat mengambil berbagai langkah bijak untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono mengungkapkan industri sawit menghadpai sejumlah tantangan seperti pelemahan ekonomi dan tingginya inflasi di banyak negara serta peningkatan ketegangan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah. Karenanya, industri sawit Indonesia perlu mengambil langkah untuk tetap bertahan dalam ketidakpastian pasar.

"Kami juga melihat adanya volatilitas harga minyak kelapa sawit yang dikombinasikan dengan produktivitas yang stagnan. Faktor-faktor tersebut mengindikasikan adanya ketidakpastian dalam perdagangan global sehingga ketahanan bisnis perlu ditingkatkan," ujarnya saat membuka 19th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2024 Price Outlook di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (2/11).

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan ketahanan industri sawit adalah melalui program replanting dan penggunaan energi terbaharukan (EBT) melalui bioavtur.

"Kami yakin dengan kebijakan pemerintah yang tepat, industri kelapa sawit dapat tumbuh dengan mantap di tengah dinamika pasar dan perekonomian," kata Eddy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri kelapa sawit menjadi bagian integral dari ekonomi global sekaligus berperan penting dalam perekonomian nasional. Industri tetsebut bahkan telah berhasil berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja produktif dan kesempatan kerja, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta penyediaan barang-barang konsumsi.

Menurut Airlangga, hal tersebut turut berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di kalangan petani pedesaan termasuk bagi petani kecil. Lebih jauh lagi, dengan perkiraan populasi dunia akan mencapai 9,8 miliar jiwa pada 2050, dunia akan memerlukan tambahan 200 juta ton produksi minyak nabati pada saat tersebut.

"Minyak sawit merupakan cara yang berkelanjutan dan efisien untuk memenuhi permintaan minyak nabati yang terus meningkat," ungkapnya dalam sambutannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.