IDI Enarotali Ungkap Gejala Angin Duduk yang Harus Diwaspadai dan Cara Pengobatannya
📅 Selasa, 17 Des 2024, 14:44 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: iStockphoto/Nastasic
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Enarotali idienarotali.org mengungkapkan, angin duduk adalah salah satu penyakit yang paling umum dialami. Angin duduk, juga dikenal sebagai angina pectoris atau iskemia, adalah kondisi di mana aliran darah ke otot jantung terganggu, menyebabkan nyeri di dada.
IDI Enarotali adalah organisasi kesehatan yang berfokus pada pengembangan kompetensi dokter agar dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.
Medical outreach adalah salah satu program unggulan IDI Enarotali yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dengan memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.
Saat ini IDI Enarotali meneliti lebih lanjut mengenai penyebab utama dari penyakit angin duduk serta obat yang dapat dikonsumsi oleh penderitanya.
Apa saja penyebab terjadinya penyakit angin duduk?
Sebaiknya Anda baca juga:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Enarotali menjelaskan bahwa penyakit angin duduk, yang dalam istilah medis dikenal sebagai angina pektoris, adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otot jantung terhambat atau berkurang. Berikut adalah penyebab utama terjadinya angin duduk meliputi:
1. Penyempitan pembuluh darah koroner
Angin duduk biasanya disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner, yang mengirimkan darah ke jantung. Aterosklerosis, penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah, adalah penyebab paling umum dari penyumbatan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Spasme pada pembuluh darah
Angina varian, juga dikenal sebagai angina Prinzmetal, dapat terjadi karena spasme sementara pada arteri jantung. Spasme ini menyebabkan arteri menyempit, sehingga bahkan saat seseorang beristirahat, aliran darah ke jantung menjadi lebih sedikit.
3. Faktor usia serta jenis kelamin
Risiko terkena angin duduk meningkat dengan penambahan usia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria di atas 45 tahun dan wanita di atas 55 tahun. Untuk tetap sehat dan merasa lebih baik, minum banyak air putih setiap hari sangat penting.
4. Stres akibat aktivitas sehari-hari
Selain itu, stres dapat menyebabkan gejala angin duduk, terutama saat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Jika Anda mengalami stres berlebihan, cobalah untuk meluangkan waktu bersama keluarga Anda dan menjaga pola makan yang sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!