Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Flu Burung Menyebar ke Manusia, Bagaimana Menghentikannya?

📅 Sabtu, 04 Mar 2023, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Flu Burung Menyebar ke Manusia, Bagaimana Menghentikannya? Doc: Telegraph
Ket. Wabah flu burung di salah satu habitat paling penting di Inggris pada 2022 telah membunuh ribuan burung dalam "tragedi satwa liar yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Treana Mayer, Colorado State University

Epidemi flu burung kini telah membunuh lebih dari 58 juta unggas di Amerika Serikat (AS) hingga Februari 2023. Mengikuti jejak pandemi COVID-19, wabah besar virus seperti flu burung meningkatkan momok penyakit lain yang melompat dari hewan ke manusia. Proses ini disebut limpahan atau luapan virus (spillover).

Saya seorang dokter hewan dan peneliti yang mempelajari bagaimana penyakit menyebar antara hewan dan manusia. Pada 2022, saya berada di tim diagnostik veteriner Colorado State University yang membantu mendeteksi beberapa kasus paling awal flu burung H5N1 pada unggas di AS. Seiring merebaknya wabah flu burung tahun ini, dapat dipahami bahwa orang-orang khawatir akan limpahan virus.

Mengingat potensi pandemi berikutnya kemungkinan besar berasal dari hewan, penting untuk memahami bagaimana dan mengapa limpahan terjadi - dan apa yang dapat dilakukan untuk menghentikannya.

Cara Kerja Limpahan

Limpahan virus melibatkan semua jenis patogen penyebab penyakit, baik itu virus, parasit atau bakteri, yang melompat ke manusia. Patogen bisa menjadi sesuatu yang belum pernah terlihat pada manusia, seperti virus Ebola baru yang dibawa oleh kelelawar, atau bisa juga sesuatu yang terkenal dan berulang, seperti Salmonella dari hewan-hewan ternak.

Istilah limpahan membangkitkan gambaran tentang wadah berisi cairan yang meluap, dan gambaran ini merupakan metafora yang bagus tentang cara kerja proses tersebut.

Bayangkan air dituangkan ke dalam cangkir. Jika ketinggian air terus meningkat, air akan mengalir melewati pinggiran, dan apapun yang berada di dekatnya dapat terciprat. Dalam limpahan virus, cawan adalah populasi hewan, air adalah penyakit zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia, dan manusialah yang berdiri di zona percikan.

Probabilitas suatu limpahan akan terjadi bergantung pada banyak faktor biologis dan sosial, termasuk laju dan tingkat keparahan infeksi hewan, tekanan lingkungan terhadap perkembangan penyakit dan jumlah kontak dekat antara hewan yang terinfeksi dan manusia.

Mengapa Limpahan Itu Masalah

Meski tidak semua virus hewan atau patogen lain mampu menyebar ke manusia, tiga perempat dari semua penyakit menular baru pada manusia berasal dari hewan. Ada kemungkinan besar risiko pandemi besar berikutnya akan muncul dari limpahan, dan semakin banyak yang diketahui tentang bagaimana limpahan terjadi, semakin baik peluang ada untuk mencegahnya.

Sebagian besar penelitian limpahan saat ini difokuskan pada mempelajari dan mencegah virus - termasuk virus corona, seperti yang menyebabkan COVID-19 dan garis keturunan virus tertentu dari flu burung - melompat ke manusia. Virus-virus ini bermutasi dengan sangat cepat, dan perubahan acak dalam kode genetiknya pada akhirnya memungkinkan mereka menginfeksi manusia.

Peristiwa limpahan dapat sulit dideteksi, terbang di bawah radar tanpa menyebabkan wabah yang lebih besar. Terkadang virus yang berpindah dari hewan ke manusia tidak menimbulkan risiko bagi manusia jika virus tidak beradaptasi dengan baik pada biologi manusia. Tapi semakin sering lompatan ini terjadi, semakin tinggi kemungkinan patogen berbahaya beradaptasi dan lepas landas.

Limpahan Virus Menjadi Lebih Mungkin Terjadi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

42 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.