Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Enam Miliar Ton Pasir Dikeruk dari Lautan di Dunia Setiap Tahun

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Enam Miliar Ton Pasir Dikeruk dari Lautan di Dunia Setiap Tahun Doc: DERRICK CEYRAC / AFP
Ket. Kapal keruk Belanda Saga dari perusahaan Belanda ‘Ballast Harm Dredging’ menyedot pasir di Pantai Le Moulleau di antara Pelabuhan Arcachon dan bukit pasir Pyla, beberapa waktu lalu. PBB memperingatkan pengerukan pasir menyebabkan hilangnya mikro-organisme laut dan mengancam keanekaragaman hayati.

JENEWA - Program Lingkungan PBB atau UN Environment Programme (UNEP), Selasa (5/9), mengatakan sekitar enam miliar ton pasir dan sedimen lainnya diambil dari laut dan samudera dunia setiap tahun, seraya memperingatkan dampak buruk praktik itu pada keanekaragaman hayati dan masyarakat pesisir.

Dilansir oleh The Straits Times, setelah meluncurkan platform data global pertama mengenai ekstraksi sedimen di lingkungan laut, Marine Sand Watch, UNEP memperingatkan skala pengerukan semakin meningkat, dengan konsekuensi yang mengerikan.

"Skala dampak lingkungan dari aktivitas penambangan dan pengerukan laut dangkal sangat mengkhawatirkan," kata Pascal Peduzzi, yang mengepalai pusat analisis UNEP, Grid-Geneva.

Dia menunjukkan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati, kekeruhan air, dan dampak kebisingan terhadap mamalia laut. Marine Sand Watch, menggunakan kecerdasan buatan untuk melacak dan memantau aktivitas pengerukan pasir, tanah liat, lanau, kerikil, dan batu di lingkungan laut dunia.

Kecerdasan Buatan

Ini menggunakan apa yang disebut sinyal Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) untuk kapal, dikombinasikan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk mengidentifikasi operasi kapal pengerukan, termasuk di titik panas seperti Laut Utara dan pantai timur Amerika Serikat.

"Sinyal yang dipancarkan oleh kapal memungkinkan akses terhadap pergerakan setiap kapal di planet ini," kata Peduzzi, menambahkan AI memungkinkan untuk menganalisis tumpukan data yang dikumpulkan.

Proses tersebut masih dalam tahap awal, dan sejauh ini baru separuh kapal yang diawasi. Namun, platform tersebut memperkirakan antara 4 dan 8 miliar ton pasir laut dan sedimen lainnya diambil setiap tahun dari lingkungan laut antara 2012 dan 2019.

"Ini mewakili rata-rata enam miliar ton setiap tahunnya atau setara dengan lebih dari satu juta truk sampah setiap hari," kata Peduzzi.

PBB bertujuan memublikasikan angka-angka 2020-2023 pada akhir 2023. "Namun, sudah jelas bahwa kegiatan-kegiatan ini tidak melambat, melainkan menjadi sangat besar," kata Peduzzi.

Ia memperingatkan dunia sedang mendekati tingkat pengisian alami yaitu 10 hingga 16 miliar ton sedimen yang terbawa ke lautan setiap tahunnya.

Menurut dia, kapal ekstraksi seperti penyedot debu raksasa, membersihkan dasar laut, dan "mensterilkannya", seraya menambahkan hal ini menyebabkan hilangnya mikroorganisme lautan dan mengancam keanekaragaman hayati.

Selain menyajikan angka-angkanya, PBB berharap platform baru ini dapat mengarah pada diskusi dengan sektor ini, mendorong dunia usaha untuk bergerak ke arah yang lebih ramah lingkungan dan meningkatkan praktik ekstraksi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.