Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melemah Tajam

📅 Rabu, 28 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melemah Tajam Doc: Sumber: Worldbank, AFP - KJ/ONES/AND

» Output Tiongkok merupakan 86 persen dari total ekonomi kawasan Asia Timur.

» Risiko lain terhadap prospek kawasan adalah kenaikan suku bunga agresif.

MANILA - Bank Dunia dalam sebuah laporan menyatakan pertumbuhan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik akan melemah tajam pada 2022 karena perlambatan ekonomi Tiongkok. Lembaga itu memperkirakan pertumbuhan 2022 di kawasan Asia Timur dan Pasifik, yang mencakup Tiongkok melambat menjadi 3,2 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 5,0 persen pada April, dan dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya 7,2 persen.

Perkiraan yang lebih lemah terutama disebabkan oleh perlambatan tajam di Tiongkok karena aturan ketat nol-Covid yang telah mengganggu produksi industri, penjualan domestik, dan ekspor.

Output Tiongkok merupakan 86 persen dari total ekonomi kawasan yang terdiri dari 23 negara hanya diproyeksikan tumbuh 2,8 persen tahun ini, turun signifikan dari perkiraan Bank Dunia sebelumnya sebesar 5,0 persen. Pada 2021, ekonomi Tiongkok tumbuh 8,1 persen, pertumbuhan terbaiknya dalam satu dekade.

Pada 2023, ekonomi terbesar kedua dunia itu diperkirakan tumbuh sebesar 4,5 persen.

"Ketika mereka bersiap untuk memperlambat pertumbuhan global, negara-negara harus mengatasi distorsi kebijakan domestik yang merupakan hambatan bagi pembangunan jangka panjang," kata Wakil Presiden Bank Dunia Asia Timur dan Pasifik, Manuela Ferro, dalam sebuah pernyataan.

Risiko lain terhadap prospek kawasan adalah kenaikan suku bunga agresif yang dilakukan bank sentral di seluruh dunia untuk memerangi inflasi yang melonjak. Hal itu menyebabkan arus keluar modal dan depresiasi mata uang.

Badan yang berkantor di Washington itu memperingatkan pembuat kebijakan tentang upaya memaksakan kontrol harga melalui subsidi, memperingatkan kalau langkah-langkah tersebut hanya akan menguntungkan orang kaya dan menarik pengeluaran pemerintah dari infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

"Pengendalian dan subsidi sinyal memperkeruh harga dan merusak produktivitas," kata Ekonom Bank Dunia Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, dalam sebuah pernyataan.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, yang diminta tanggapannya, mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pasti berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia, terutama hubungan perdagangan, utang, dan investasi atau yang dikenal dengan contagious effects," papar Esther.

Ekonomi Indonesia akan tertular Tiongkok karena intensitas interaksi dengan negara tersebut sebagai salah satu mitra perdagangan utama. "Seberapa besar pengaruhnya, itu tergantung dari strategi mitigasinya dan fundamental ekonomi Indonesia," kata Esther.

Sama dengan proyeksi Bank Dunia, Indonesia pasti terdampak atas krisis global yang sudah mulai terasa sejak tahun ini hingga tahun depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Sempat Tertekan, Shnaider k...
Megapolitan
Pasar Literasi 2026, Upaya ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.