Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua balita di Bengkulu terkena cacingan, Kemenko PMK dan Kemenkes langsung beri bantuan dan intervensi kesehatan di Desa Sungai Petai.

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua balita di Bengkulu terkena cacingan, Kemenko PMK dan Kemenkes langsung beri bantuan dan intervensi kesehatan di Desa Sungai Petai. Doc: Antara Foto
Ket. Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum menjenguk balita yang terinfeksi cacing di RSU Ummi Bengkulu.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Kesehatan bergerak cepat menangani kasus balita cacingan yang menimpa dua balita di Desa Sungai Petai, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

"Kedua anak telah ditangani secara medis dan terus dipantau perkembangan kondisinya di rumah sakit," ujar Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Saat mendapat informasi ada balita tersebut, Linda langsung menjenguk kedua pasien, Khairani Nur Sabrina (1 tahun 8 bulan) yang dirawat intensif di RSUD dr. M. Yunus, serta Aprilian (4 tahun) yang mendapat perawatan di RSU Ummi Bengkulu.

Diagnosa medis menunjukkan kondisi pasien terkait bronkopneumonia, anemia, gizi buruk, serta infeksi cacing Ascaris, dan sudah diberikan terapi obat serta perawatan intensif sesuai arahan dokter spesialis.

Linda menegaskan respon pemerintah tidak hanya sebatas aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh akar persoalan di hulu tingkat keluarga dan lingkungan.

"Pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan melibatkan Baznas segera berkolaborasi untuk bedah rumah dan perbaikan sanitasi. Selain itu BKKBN melalui program orang tua asuh telah mendapatkan orang tua asuh bagi kedua anak tersebut," ujar Asdep Linda.

Ia memastikan respons cepat pemerintah bukti keseriusan dalam memastikan kesehatan dan tumbuh kembang anak tetap terjamin.

Dengan penanganan lintas aspek yang cepat dan terpadu, diharapkan kasus serupa dapat dicegah, serta kualitas hidup masyarakat di daerah terus meningkat.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut lingkungan higienis yang menjadi kunci untuk mengatasi dan mencegah kasus bayi cacingan.

"Yang penting adalah higienis, harus terus kita sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi masalah higienis ini akan menjadi masalah penting dan masalah gizi juga akan menjadi penting," kata Wamenkes.

Wamenkes Dante menjelaskan kejadian cacingan tersebut tidak secara spesifik langsung terjadi, tetapi bisa dari kebiasaan tidak sehat yang selama ini terjadi di lingkungan sang balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

39 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.