Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Kemitraan Wilayah I Sedang Dirintis Instalasi Limbah Senilai Rp8, 36 Triliun

DKI Jaga Ketahanan Pangan

Foto : ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Selatan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati meresmikan Container Farming dan Agro Electrifying, di Agro Edukasi Wisata Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

A   A   A   Pengaturan Font

Dengan cara kerja sama ketahanan ­pangan tersebut dapat ikut menjaga inflasi secara nasional.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan kolaborasi dengan beberapa daerah lain dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Ibu Kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan salah satu contoh kolaborasi bersamadaerah lain adalah dengan Cilacap.

"Kita melakukan istilahnya kontrak 'farming'. Kita menanam padi di sana, lahan mereka. Kemudian, mereka harus menjual padinya ke kita," kata Suharini Eliawati, di Jakarta, Jumat.Suharini menambahkan, 98 persen pasokan pangan DKI Jakarta berasal dari luar daerah. Untuk itu, kolaborasi dengan daerah luar DKI memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan.

"Jadi, kita hanya membeli selisihnya. Contoh dengan Cilacap, harus memenuhi dulu kebutuhan padinya berapa, selisihnya baru kita boleh beli. Secara harga, pada saat ditandatangani itu harganya," ujar Suharni.Dia mengatakan dengan cara kerja sama ketahanan pangan tersebut dapat ikut menjaga inflasi secara nasional.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebutkan total 1,1 juta warga Ibu Kota akan menerima manfaat program pangan murah bersubsidi.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Yohanes Abimanyu

Komentar

Komentar
()

Top