Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Stabilitas Moneter I AS Perlu Banyak Pendanaan untuk "Back up" Perang

Diperlukan Suku Bunga Tinggi dalam Jangka Panjang

Foto : Sumber: BPS - kj/ones
A   A   A   Pengaturan Font

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan perang akibat krisis geopolitik memang di luar kendali otoritas moneter, tetapi yang pasti perang akan menaikkan harga dari sisi suplai.

Kalau dalam kondisi normal, inflasi bisa diperkirakan dan dikendalikan maka saat krisis keamanan global, inflasi akan sulit dihindari dan diperkirakan. Kenaikan suku bunga pun pasti jadi pilihan otoritas moneter mana pun termasuk Federal Reserve maupun BI dengan maksud agar tidak terjadi pelarian modal keluar atau capital outflow.

Nilai Tukar

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menyatakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS pada pekan ini, secara fundamental masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Israel-Hamas.

"Sumber pelemahan rupiah terhadap dollar AS dari eksternal masih bertahan. Konflik perang Israel-Hamas kelihatannya tereskalasi, area konflik meluas sehingga peristiwa ini masih menjadi kekhawatiran pelaku pasar," katanya kepada Antara di Jakarta, Senin (23/10).
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top