Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diduga Keracunan Gas, Belasan Warga Aceh Timur Dilarikan ke Puskesmas

📅 Senin, 25 Sep 2023, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diduga Keracunan Gas, Belasan Warga Aceh Timur Dilarikan ke Puskesmas Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Ket. Warga keracunan dievakuasi ke Rumah Sakit Zubir Mahmud Idi, Aceh Timur, Minggu (24/9/2023) malam.

BANDA ACEH - Belasan warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, dilarikan ke instalasi gawat darurat puskesmas setempat karena diduga keracunan gas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Sahminan di Aceh Timur, Senin, mengatakan belasan warga tersebut mengalami mual, sesak napas, dan pusing.

"Sebagian warga mengalami keracunan dan dirujuk ke RSUD Dr Zubir Mahmud Aceh Timur dan sebagian lagi ditangani di Puskesmas Banda Alam," kata Sahminan.

Sahminan mengatakan informasi adanya sejumlah warga yang masuk ke IGD Puskesmas Banda Alam akibat terhirup gas beracun terjadi pada Minggu (24/9) sekira pukul 18.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, warga keracunan yakni Salbiah (40), Mawaddah (14), Irfan, Zahara, M Razi (15), Maryana Yusuf, (38), Asma, (55), Amirah, (48), Putri Maulia, (39), Maryana, (34), Efendi, Uska, Hendra.

Sehari sebelumnya, enam warga juga dilarikan ke Puskesmas Banda Alam, Sabtu (23/9) sekira pukul 07.30 WIB, diduga menghirup gas beracun. Setelah dirawat, kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang,

Ke enam warga yang keracunan itu yakni Habibi, 10, Mauliza, 20, Arif Maulianda, 15, Nursyahrini, 17, dan Wahyudi, 26. Seluruhnya warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Keracunan dengan dugaan yang sama bukan pertama kali terjadi wilayah lingkar tambang tersebut. Ratusan warga juga mengungsi akibat bau busuk yang diduga akibat pencucian sumur gas perusahaan migas di daerah tersebut.

Sementara itu, PT Medco E&P Malaka, perusahaan migas, menyatakan menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan mencium bau di sekitar area operasi hingga menyebabkan warga mengalami keracunan gas.

VP Relations & Security PT Medco E&P Malaka Arif Rinaldi mengatakan perusahaan bergerak cepat dan berkoordinasi dengan instansi kesehatan setempat untuk memastikan warga mendapatkan perawatan dan penanganan medis secara intensif,

"Sebagian warga sudah diperbolehkan pulang. Perusahaan juga telah menurunkan tim kesehatan, keselamatan kerja dan lindung lingkungan ke lokasi kejadian serta memberikan penanganan kesehatan kepada warga," katanya.

Arif Rinaldi mengatakan perusahaan bersama instansi terkait segera mengidentifikasi penyebab kebauan. Perusahaan saat ini tengah melakukan kegiatan perawatan fasilitas sumur di lapangan gas Alue Siwah dalam upaya menjaga keandalan operasi.

"Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait menangani secara maksimal dan berharap dukungan dari semua pihak agar dapat tertangani dengan baik," kata Arif Rinaldi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.