Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dengan Busur dan Tombak,  Suku Pribumi Berupaya Lindungi Hutan Amazon

📅 Sabtu, 30 Mar 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dengan Busur dan Tombak,  Suku Pribumi Berupaya Lindungi Hutan Amazon Doc: AFP/Siegfried
Ket. “Pejuang Hutan” | Sejumlah pemuda dari anggota kelompok masyarakat adat Kanamari dari kawasan cagar alam Lembah Javari, Amazon, Brasil, yang menamakan diri mereka sebagai “Pejuang Hutan” bersiap untuk melakukan patroli untuk mempertahankan tanah dan dan sumber daya lain pada Mei lalu. Mereka berpatroli hanya dengan membawa busur, anak panah, dan tombak saja. 

Di daerah terpencil di Amazon Brasil yang dikepung oleh nelayan ilegal, pemburu liar, penebang kayu, dan pengedar narkoba, masyarakat adat mengambil tindakan sendiri untuk mempertahankan tanah dan sumber dayanya. Dengan membawa busur, anak panah, dan tombak, sejumlah pemuda Desa Sao Luis berpatroli di Sungai Javari dengan perahu motor di lembah bernama sama.

Mereka menyebut diri mereka "Pejuang Hutan", yang mengaku sebagai pewaris pembela hak-hak masyarakat adat Bruno Pereira, yang dibunuh di Lembah Javari satu tahun lalu bersama dengan jurnalis Inggris, Dom Phillips.

"Kita harus selalu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Tapi kami tidak ingin kekerasan," kata Lucinho Kanamari, dengan wajah memerah dan menegaskan bahwa senjata tradisional hanya dipergunakan sebagai tindakan pencegahan.

"Saat kami melihat penyusup, salah satu dari kami akan berbicara dengan mereka. Yang lain tetap di belakang, siap bereaksi jika terjadi masalah," kata dia kepada AFP. "Kami berada di sini untuk mengajar, bertindak sebagai pencegah damai. Kami berbicara, kami menjelaskan," tutur dia.

Lucinho adalah anggota kelompok masyarakat adat Kanamari, salah satu dari enam kelompok masyarakat adat di Lembah Javari yang merupakan kawasan cagar alam masyarakat adat yang dilindungi terbesar kedua di Brasil.

Seperti banyak orang lain yang tinggal di sini, ia mengambil nama belakangnya dari sukunya yang tinggal di bagian hutan hujan seukuran Portugal yang berisi banyak kelompok pribumi terakhir yang belum pernah dihubungi di dunia.

Para pejuang yang berpatroli sangat takut terhadap nelayan ilegal yang mencari pirarucu - salah satu ikan air tawar terbesar di dunia yang dagingnya dianggap makanan lezat yang amat mahal. Para pemburu liar tersebut diyakini telah membunuh Pereira dan Phillips pada tanggal 5 Juni 2022, dengan memotong tubuh mereka dan menyembunyikan sisa-sisanya di hutan.

Untuk sementara, kejahatan ini menarik perhatian internasional terhadap ancaman yang telah lama ditinggalkan di bawah pemerintahan mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro dan agenda pro-industrinya.

"Dengan Bolsonaro, dan kemudian Covid, invasi meledak," kata Varney Todah da Silva Kanamari, wakil presiden Persatuan Masyarakat Adat Lembah Javari (Univaja). "Ketika negara mengabaikan kami, kita harus memikul tanggung jawab mempertahankan apa yang menjadi milik kami yaitu danau dan hutan kami," kata dia.

Bukan hanya para nelayan yang ditakuti oleh para penjaga. Ada juga kelompok narko yang menanam tanaman koka di sisi sungai Peru, dan pada April lalu para penebang mengancam akan membunuh seorang kepala suku Kanamari, sehingga memaksanya ke pengasingan. Para pejuang telah membangun dua pos pengamatan kayu terapung di sungai dekat desa mereka di Sao Luis. Salah satu bangunan diserang.

Keterbatasan

Tugas mereka sangat besar dan berbahaya, kemampuan mereka terbatas. Tim hanya memiliki dua perahu motor dan sedikit bahan bakar.

Para pejuang terus berupaya menghindari konflik kekerasan, dan dalam situasi tegang, mundur kembali ke hutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.