Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPOM Sebut Inovasi Regulasi Tingkatkan Akses ke Produk Farmasi Berkualitas

📅 Minggu, 03 Nov 2024, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPOM Sebut Inovasi Regulasi Tingkatkan Akses ke Produk Farmasi Berkualitas Doc: antara foto
Ket. Kepala BPOM, Taruna Ikrar

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan pihaknya senantiasa mempromosikan pendekatan regulasi yang adaptif dan progresif guna melindungi kesehatan publik serta mendorong kemajuan ekonomi nasional melalui penguatan industri farmasi dan bioteknologi.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (3/11), Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan dalam memperkuat regulasi di sektor obat dan makanan, pihaknya juga melakukan transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses evaluasi dan sertifikasi produk.

"Melalui digitalisasi, BPOM berupaya mengurangi hambatan birokrasi dan meningkatkan efisiensi, sehingga produk-produk farmasi dan biotek yang aman dan berkualitas dapat lebih cepat diakses oleh masyarakat," kata Taruna saat berbagi pengalaman inovasi regulasi pada Forum Kerja Sama Asia-AS-Eropa di Bali.

Menurutnya, upaya ini merupakan bagian dari strategi BPOM dalam mendukung target pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, dengan salah satu prioritasnya, yakni kemandirian dan inovasi di sektor kesehatan.

"Partisipasi BPOM dalam forum ini mempertegas komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam regulasi global dan inovasi di sektor kesehatan," kata dia.

Ia mengajak negara-negara lain untuk terus menguatkan kerja sama di bidang regulasi, khususnya dalam mempercepat akses terhadap obat-obatan esensial dan produk kesehatan berkualitas.

Taruna menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dengan lembaga-lembaga regulatori global seperti FDA AS, EMA Uni Eropa, dan WHO.

Dia menilai kolaborasi yang baik dapat memperkuat sistem regulasi nasional sekaligus mendorong standar keamanan dan mutu yang setara di berbagai negara. Selain itu, sinergi antarnegara sangat penting untuk mewujudkan tujuan bersama dalam mengatasi masalah kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.

"Indonesia memiliki potensi besar dalam inovasi di sektor kesehatan, dan kami berkomitmen untuk memperkuat peran tersebut melalui regulasi yang mendukung tumbuh kembangnya industri farmasi dan bioteknologi lokal," katanya.

Adapun The 1st Asia-US-Europe Enterprise Cooperation and Development Forum yang diadakan pada Minggu di Bali mengumpulkan para pemimpin dunia, pakar industri, dan pembuat kebijakan dari Asia, Amerika Serikat, dan Eropa. Forum ini digelar dengan tujuan memperkuat kerja sama lintas benua dalam bidang ekonomi dan inovasi kesehatan.

Forum ini diselenggarakan oleh China Asia Economic Development Association (CAEDA) dan berfungsi sebagai platform penting untuk dialog lintas batas. Topik-topik yang dibahas dalam forum ini mencakup inovasi di bidang kesehatan, investasi dalam pengembangan terapi lanjutan, dan kemandirian farmasi di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.