Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aturan Inggris yang Mengikat Segitiga Hala’ib

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Aturan Inggris yang Mengikat Segitiga Hala’ib Doc: Istimewa

Perselisihan teritorial antara Mesir dan Sudan menjadikan Bir Tawil menjadi wilayah tidak bertuan. Keduanya lebih memperebutkan Segitiga Hala'ib yang lebih luas dan memiliki akses lebih jauh ke Laut Merah dibandingkan wilayah gurun yang tandus ini.

Dengan mengklaim Bir Tawil konsekuensinya mereka kehilangan hak untuk mengklaim Segitiga Hala'ib, sebuah wilayah dengan luas 20.580 kilometer persegi. Sementara luas Bir Tawil hanya 2.060 kilometer persegi.

Aturan Inggris menyatakan tidak dapat mengklaim yang satu tanpa melepaskan yang lain. Jika Mesir atau Sudan mengklaim Bir Tawil, maka itu berarti memberi Segitiga Hala'ib yang lebih menarik ke negara lain.

Dibandingkan dengan Bir Tawil, Segitiga Hala'ib jauh lebih menarik secara ekonomi karena wilayah ini kaya akan mineral dan sumber daya alam lepas pantai, serta memiliki populasi permanen sebanyak 27.000 orang.

Daya tariknya telah membuat Mesir dan Sudan mengklaim Segitiga Hala'ib sebagai wilayah mereka, sehingga Bir Tawil tetap tidak diklaim. Meskipun saat ini bendera Mesir berkibar di atas Segitiga Hala'ib, namun Sudan masih menganggapnya sebagai bagian integral dari wilayahnya.

Namun pada tahun 1902, Mesir mengubah batas wilayah di bagian paling timur perbatasan agar lebih mencerminkan jangkauan administratif Kairo dan Khartoum di wilayah tersebut. Menteri Dalam Negeri Mesir, Mustapha Fahmy, mendukung langkah ini agar tidak memisahkan suku Ababda dan Basharya.

Perubahan tersebut menyebabkan pemindahan wilayah di utara garis lintang utara ke-22 yang kemudian dikenal sebagai Segitiga Hala'ib ke Sudan, dan pemindahan wilayah kecil di selatan garis lintang utara ke-22 yang dikenal sebagai Bir Tawil ke Mesir.

Setelah Sudan merdeka pada tahun 1956, Mesir menganggap batas wilayah yang ditetapkan oleh perjanjian tahun 1899 sebagai batas wilayah modern kedua negara. Sementara Sudan menganggap batas wilayah yang ditetapkan oleh perubahan pada tahun 1902 sebagai batas wilayah modern.

Ini berarti bahwa kedua negara mengklaim Segitiga Hala'ib sebagai wilayah mereka sendiri.

Selama beberapa dekade, kedua negara secara efektif memerintah bersama Segitiga Hala'ib. Di sisi lain, Bir Tawil, karena kurangnya sumber daya dan populasi permanennya, sebagian besar tetap diabaikan.

Era pemerintahan bersama berlanjut dengan kepahitan pada tahun 1992 ketika Sudan memberikan hak eksplorasi minyak untuk perairan di lepas pantai Segitiga Hala'ib. Baik Mesir maupun Sudan menggandakan klaim mereka atas wilayah ini.

Pada tahun 1995, Presiden Mesir Hosni Mubarak selamat dari upaya pembunuhan saat dalam perjalanannya untuk menghadiri pertemuan Organisasi Persatuan Afrika di Addis Ababa, Ethiopia. Pemerintah Mesir yakin Sudan terlibat dalam percobaan pembunuhan itu. Sebagai tanggapan, negeri ini mengusir otoritas Sudan dari Segitiga Hala'ib. Hal ini secara otomatis mengakhiri pemerintahan bersama Mesir-Sudan. νhay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.