Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Tuduh Iran Berupaya Meretas Kampanye Kepresidenan Kedua Calon

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
AS Tuduh Iran Berupaya Meretas Kampanye Kepresidenan Kedua Calon Doc: AFP/MANDEL NGAN
Ket. Seorang warga berjalan di depan kantor Biro Investigasi Federal di Washington DC, AS, baru-baru ini.

WASHINGTON - Biro Investigasi Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) bersama dengan badan intelijen Amerika Serikat (AS) lainnya mengungkapkan Iran bertanggung jawab atas upaya meretas kampanye kepresidenan Trump dan Biden-Harris.

"Kami mengawasi peningkatan aktivitas agresif Iran selama masa pemilihan, terutama yang terkait operasi berpengaruh yang menyasar publik Amerika dan operasi siber menyasar kampanye kepresidenan," demikian pernyataan bersama FBI, Kantor Direktur Intelijen Nasional atau Office of the Director of National Intelligence (ODNI), dan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur atau Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), Senin (19/8).

Seperti dikutip dari Antara, hal ini termasuk laporan aktivitas terbaru yang membahayakan kampanye mantan Presiden AS, Donald Trump, yang menurut komunitas intelijen terkait dengan Iran.

Menurut pernyataan itu, Iran menggunakan rekayasa sosial dan upaya lainnya untuk mendapatkan akses terhadap individu yang memiliki akses langsung terhadap kampanye presiden dari Partai Demokrat dan Republik. "Aktivitas semacam itu, termasuk pencurian dan pengungkapan informasi, dimaksudkan untuk mempengaruhi proses pemilu AS," sebut pernyataan itu.

Lindungi Pemilu AS

Tuduhan Iran dan Russia telah menggunakan taktik ini, tidak hanya terjadi AS selama siklus pemilu federal saat ini dan sebelumnya, tetapi juga di negara-negara lain di seluruh dunia, badan-badan tersebut mengatakan melindungi integritas pemilu AS dari pengaruh atau campur tangan asing adalah "prioritas kami".

"Kami tidak akan menoleransi upaya asing untuk mempengaruhi atau mencampuri pemilu kami, termasuk menargetkan kampanye politik Amerika," tulis lembaga itu.

Atas tuduhan AS, pemerintah Iran membantah terlibat dalam dugaan serangan siber tersebut.

Sebelumnya seperti dikutip dari VoA, tim kampanye Trump mengungkapkan, pada Sabtu (10/8), beberapa komunikasi internal mereka telah diretas. Mereka menuduh pemerintah Iran sebagai aktor di balik insiden tersebut. Mereka mengaitkan tuduhan tersebut dengan permusuhan antara Trump dan Iran yang pernah terjadi sebelumnya, meskipun belum ada bukti langsung.

Pernyataan tim kampanye tersebut muncul tak lama setelah situs berita Politico melaporkan mereka mulai menerima email dari sumber anonim pada Juli. Email tersebut menawarkan dokumen asli dari dalam operasi Trump, termasuk laporan mengenai potensi kerentanan calon wakil presiden, JD Vance.

"Dokumen-dokumen ini diperoleh secara ilegal dari sumber asing yang memusuhi Amerika Serikat, yang dimaksudkan untuk mengganggu pemilihan 2024 dan menabur kekacauan di seluruh proses demokratik kami," kata juru bicara tim kampanye Trump, Steven Cheung, dalam sebuah pernyataan.

Reuters belum memverifikasi secara independen identitas para terduga peretas, maupun motivasi mereka.

Pernyataan tim kampanye Trump merujuk pada laporan yang dirilis pada Jumat oleh peneliti Microsoft. Laporan itu mengungkapkan peretas yang diduga terkait dengan pemerintah Iran mencoba membobol akun seorang "pejabat tinggi" dalam kampanye presiden AS pada Juni.

Menurut laporan tersebut, para peretas berhasil mengakses akun mantan penasihat politik dan menggunakannya untuk menargetkan pejabat tersebut, meskipun laporan tersebut tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai identitas para target.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.