Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alat Peraga Kampanye Merusak Lingkungan

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 03:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alat Peraga Kampanye Merusak Lingkungan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Alat peraga kampanye dipasang dengan cara dipaku di pohon masih marak terlihat di salah satu perumahan yang berlokasi di wilayah Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu.

BEKASI - Alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bekasi dinilai banyak merusak lingkungan karena dipasang tidak sesuai dengan ketentuan. Kondisi demikian mendapat kritik tajam aktivis lingkungan. Salah satunya dipaku di pohon.

"Marak pemasangan Alat Peraga Kampanye dengan cara dipaku di pohon sangat merusak lingkungan," tandas aktivis Tata Kota dan Lingkungan dari kalangan akademisi, Ciwandi. Menurutnya, cara berkampanye dengan merusak pohon sangat memprihatinkan.

"Pohon kan makhluk hidup juga. Kalau makhluk hidup diganggu dengan kondisi dipaku-paku tentu bisa rusak," katanya di Cikarang, Minggu.

Dia menyatakan pemasangan APK di pohon dengan cara dipaku merusak sirkulasi udara, menghambat transportasi air dan nutrisi pohon. Dia juga mempengaruhi pertumbuhan hingga kesehatan pohon.

Bahkan pohon bisa mati akibat terlalu banyak dipaku. Sementara itu, manusia membutuhkan waktu relatif lama untuk menanam pohon hingga tumbuh dan berkembang berukuran besar. "Mereka calon pemimpin daerah harus memberi contoh. Pohon harus dijaga. Ini sama halnya menjaga lingkungan," katanya.

Kondisi di lapangan ditemukan masih banyak APK yang terpaku di pohon dengan ukuran bervariasi dari kecil hingga besar baik. Ini terjadi baik di kompleks perumahan maupun sepanjang jalan Negara. Juga ada di wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi sampai Kabupaten Karawang.

Tidak hanya dipaku di pohon, banyak APK juga terpasang di tiang listrik hingga fasilitas penerangan jalan umum maupun taman sepanjang jalur tersebut. Salah seorang pengurus rukun tetangga, Dedi, mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab selain bisa merusak pohon juga mengganggu kenyamanan dan keindahan. Sebab APK banyak yang terpasang di area publik seperti taman kota. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

42 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.