Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3 Strategi Kurangi Jejak Karbon Pertambangan Mineral Kritis Indonesia

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
3 Strategi Kurangi Jejak Karbon Pertambangan Mineral Kritis Indonesia Doc: The Conversation/Pixabay/Herbert2512
Ket. Praktik pertambangan maupun pengolahan mineral masih memunculkan emisi yang berisiko mengotori atmosfer.

Denny Gunawan, UNSW Sydney; Ibnu Rusydy, UNSW Sydney, dan Putra Hanif Agson Gani, UNSW Sydney

Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral kritis yang melimpah, seperti nikel, tembaga, aluminium, dan lain sebagainya. Salah satu mineral unggulan Indonesia adalah nikel dengan jumlah cadangan bijih (potensi mineral mentah yang terbukti tapi belum ditambang) mencapai 3,5 miliar ton.

Jika dieksploitasi dan dikelola secara tepat, kekayaan ini dapat menyokong upaya peralihan energi fosil ke energi terbarukan di Indonesia. Pasalnya, teknologi energi terbarukan seperti panel surya, jaringan listrik raksasa (supergrid), dan kendaraan listrik membutuhkan mineral kritis dalam jumlah sangat besar.

Sebagai contoh, penggantian satu kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik umumnya akan meningkatkan penggunaan mineral kritis setidaknya 6 kali lipat.

Sayangnya, praktik pertambangan maupun pengolahan mineral masih memunculkan emisi yang berisiko mengotori atmosfer.

Misalnya, produksi satu kilogram nikel pada umumnya menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar 13 kg CO2. Jika kebutuhan nikel untuk baterai kendaraan listrik di Indonesia sebesar 59,5 ribu ton pada 2035, jejak emisi CO2 dari komponen nikel saja bisa mencapai 773 ribu ton.

Selain emisi, perolehan barang tambang juga masih mengandalkan eksploitasi masif. Penerapan ekonomi sirkular untuk pemakaian mineral kritis daur ulang untuk industri energi terbarukan masih terbatas.

Sebagai salah satu sektor penyokong utama transisi energi di Indonesia, sektor pertambangan perlu berbenah dan lebih memperhatikan aspek lingkungan. Setidaknya terdapat 3 strategi yang dapat diterapkan untuk mencapai pertambangan mineral kritis yang berkelanjutan.

1. Peningkatan efisiensi energi

Efisiensi energi dalam aktivitas penambangan hingga pengolahan mineral dapat berkontribusi menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Dalam tahap pengolahan, efisiensi energi dalam proses penggilingan bijih sangat diperlukan. Sebab, proses penggilingan mengonsumsi energi sangat besar, setidaknya 40% dari total penggunaan energi dalam daur produksi mineral kritis.

Efisiensi energi dapat dicapai melalui penggunaan mesin penggiling yang efisien serta kontrol parameter proses untuk mencapai penggilingan yang optimal. Contohnya, penggunaan sirkuit bertekanan tinggi high-pressure grinding roll (HPGR) membuat efisiensi energi proses penggilingan hingga 80%. Metode HPGR diklaim dua kali lipat lebih efisien dibandingkan penggilingan menggunakan mesin semi-autogenous grinding (SAG) yang saat ini marak digunakan.

Sementara itu, dalam tahap pertambangan, elektrifikasi alat berat tambang dapat menjadi strategi untuk mengurangi konsumsi energi. Tingkat efisiensi energinya mencapai 95% dibandingkan alat berat bermesin diesel.

Saat ini, berbagai perusahaan alat tambang terkemuka dunia telah mengembangkan alat berat tambang berbasis listrik. Produsen alat berat asal Amerika Serikat (AS), Caterpillar, turut memasok alat berat berbasis listrik yang digunakan Rio Tinto (penambang besar asal Australia), untuk tambang besi Gudai-Darri di Australia Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.