Pecinta Alam Jakarta Ajak Kaum Muda Peduli Lingkungan

Senin, 02 Nov 2026, 01:10 WIB

JAKARTA - Generasi muda mesti memperkuat diri akan kepedulian terhadap lingkungan serta berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ajakan ini datang dari Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (FASTA) Jakarta bersama Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari Jakarta dan Bekasi.

“Kami ingin menyampaikan bahwa persoalan karhutla harus menjadi perhatian bersama. Kerusakan lingkungan akibat pembakaran hutan dan lahan tidak boleh terus berulang tanpa penyelesaian yang serius. Generasi muda, khususnya komunitas pecinta alam, memiliki tanggung jawab untuk ikut menyuarakan dan mengawal upaya pelestarian lingkungan,” kata Ketua Forum Sispala Jakarta, M Rizky Ramadhani, Minggu.

Ket. Foto: Ratusan Siswa Pecinta Alam (Sispala) DKI Jakarta mengikuti Sarasehan Lingkungan yang mengusung tema “Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau, Ecogreen, dan Pendidikan Karakter Pelajar Jakarta” di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. — Sumber: Tiyo Surya Sakti

Rizky mengatakan, pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab generasi muda terhadap berbagai persoalan lingkungan, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan. Ketua Panitia Sarasehan Lingkungan Sispala Jakarta ini menjelaskan, Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran kawasan hutan. Ini adalah ancaman serius terhadap keberlangsungan ekosistem, kesehatan masyarakat, dan masa depan lingkungan hidup Indonesia.

Kemudian, dia juga memaparkan pernyataan sikap. Pertama, Alumni Sispala dan Forum Sispala Jakarta mengecam keras segala bentuk pembakaran hutan dan lahan. Ini baik dilakukan secara sengaja oleh korporasi maupun perorangan demi kepentingan ekonomi sesaat. Praktik tersebut merusak ekosistem sekaligus menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Kedua, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat penegakan hukum secara transparan dan tanpa kompromi. Pemerintah diminta memberikan sanksi pidana serta mencabut izin usaha korporasi.

Ketiga, menyerukan penguatan mitigasi dan pencegahan karhutla berbasis komunitas. Seluruh masyarakat, terutama generasi muda dan komunitas pecinta alam, membangun jejaring kesiapsiagaan terhadap bencana ekologis.

Keempat, komitmen untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan. Siap mengambil peran sebagai relawan, penggerak kampanye pelestarian hutan, sekaligus mitra strategis dalam berbagai program pemulihan lingkungan.

Rizky menegaskan, pernyataan sikap tersebut tidak boleh berhenti sebagai seruan atau simbol kepedulian semata. Dia memerlukan aksi nyata untuk melindungi alam. Menurutnya, menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama. Sispala tidak hanya belajar mencintai alam, tetapi juga harus berani mengambil peran dalam menjaga dan memperjuangkan kelestariannya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.