- Home
-
- Luar Negeri
-
- Empat Negara Quad Kompak K...
Empat Negara Quad Kompak Kritik Praktik Dagang Tiongkok
Senin, 02 Nov 2026, 01:00 WIBAtlanta - Menteri luar negeri Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia, dan India, Sabtu (31/10), menyampaikan keprihatinan serius terhadap pembatasan perdagangan dan kebijakan lain yang dinilai sebagai bentuk tekanan ekonomi, meskipun tidak secara langsung menyebut Tiongkok.
Dalam pertemuan kelompok yang dikenal sebagai Quad di Atlanta, para menteri luar negeri juga berkomitmen memberikan bantuan teknis dan keuangan lebih dari 85 juta dollar AS atau sekitar Rp1,54 triliun untuk meningkatkan akses terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) tepercaya di kawasan Indo-Pasifik.
Dikutip dari Antara, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, Menlu AS Marco Rubio, Menlu Australia Penny Wong, dan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar mengevaluasi kemajuan berbagai inisiatif Quad yang sedang berjalan di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri negara-negara G20.
Dalam dokumen bersama yang diterbitkan setelah pertemuan, keempat menteri menyatakan keprihatinan serius terhadap praktik tekanan ekonomi, termasuk pembatasan ekspor secara sepihak serta kebijakan dan praktik nonpasar yang memicu kelebihan kapasitas produksi dan mengganggu rantai pasok global di industri strategis.
Pertemuan tersebut merupakan yang ketiga bagi para menteri luar negeri negara anggota Quad sepanjang tahun ini, menjelang kemungkinan penyelenggaraan KTT Quad bulan depan di Filipina.
Para pemimpin Jepang, AS, Australia, dan India dijadwalkan mengunjungi Manila pada pertengahan November untuk menghadiri sejumlah pertemuan yang melibatkan Asean dan negara-negara mitranya.
KTT Quad terakhir digelar pada September 2024, ketika Joe Biden masih menjabat sebagai Presiden AS sebelum digantikan Donald Trump. Kelompok empat negara tersebut sempat berencana menggelar pertemuan tingkat pemimpin di India pada tahun lalu, tetapi rencana itu tidak terlaksana di tengah memburuknya hubungan New Delhi dan Washington.
Quad kerap dipandang sebagai kekuatan penyeimbang terhadap meningkatnya pengaruh Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Meski bidang kerja sama kelompok tersebut terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari keamanan maritim dan mineral kritis hingga perlindungan kesehatan dan teknologi baru, Tiongkok mengkritik inisiatif Quad karena dinilai berupaya membendung pengaruhnya di kawasan.
Dalam pertemuan Sabtu, para menteri luar negeri juga menyelaraskan pandangan mengenai situasi di kawasan Indo-Pasifik, termasuk perkembangan di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur, serta kondisi di Timur Tengah, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.
Forum Bisnis
Sementara itu, Rubio menegaskan bahwa Quad tidak dibentuk untuk menentang negara mana pun.
"Jika kami menyampaikan kekhawatiran dalam forum Quad, hal itu berkaitan dengan perilaku dan aktivitas tertentu. Saat ini, aktivitas atau perilaku tersebut berulang kali dilakukan oleh satu negara," kata Rubio.
"Hal itu tentu dapat dilihat oleh semua pihak. Namun, Quad bukan aliansi yang dibentuk untuk menentang Tiongkok ataupun negara mana pun," ujarnya.
Untuk memperkuat diplomasi perdagangan, para menteri luar negeri sepakat membentuk forum bisnis bersama yang akan mempertemukan pemimpin industri, pejabat pemerintah, dan pakar kebijakan dari keempat negara. Forum tersebut bertujuan mempererat hubungan antara sektor publik dan swasta.
Sebagai bagian dari inisiatif itu, lembaga penjamin kredit ekspor negara-negara Quad dijadwalkan bertemu di Tokyo pada 18 November untuk mengidentifikasi peluang memperdalam kerja sama ekonomi.
Berbeda dengan kesatuan sikap yang ditunjukkan Quad, pertemuan G20 selama dua hari justru memperlihatkan perbedaan pandangan di antara negara-negara anggotanya. Salah satu pemicunya adalah kehadiran Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov yang menuai protes dari sejumlah pejabat Eropa.
- Diplomasi Perdagangan
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.