Lampu Kuning bagi RI, Vietnam Diprediksi Salip PDB Per Kapita Indonesia pada 2026

Sabtu, 31 Okt 2026, 03:20 WIB

JAKARTA – Indonesia terancam kehilangan posisinya di atas Vietnam dalam hal produk domestik bruto (PDB) per kapita nominal. Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), PDB per kapita Vietnam diperkirakan melampaui Indonesia pada 2026.

Vietnam diproyeksikan mencatat PDB per kapita sebesar 5.259 dolar AS pada 2026, meningkat 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Indonesia diperkirakan hanya mencapai 5.153 dolar AS per kapita.

Ket. Foto: Vietnam sendiri tidak berhenti pada target melampaui Indonesia. Negara tersebut menargetkan PDB per kapita mencapai 8.500 dolar AS pada 2030, atau setara dengan level Thailand saat ini. — Sumber: Istimewa

Jika proyeksi tersebut terealisasi, Vietnam akan menempati posisi kelima di antara negara-negara ASEAN, tepat di bawah Thailand. Perkembangan ini sekaligus menjadi gambaran perubahan peta kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Dikutip dari Nikkei Asia, Jumat (30/10), peningkatan ekonomi Vietnam tidak terlepas dari keberhasilannya menarik investasi produsen teknologi tinggi yang mencari alternatif lokasi produksi di luar Tiongkok.

Sejumlah perusahaan besar, termasuk produsen semikonduktor dan perangkat elektronik, mulai memperluas aktivitas bisnisnya di negara tersebut.

Vietnam bahkan memasang target pertumbuhan ekonomi setidaknya 10 persen pada 2026. Pemerintahnya juga menyiapkan investasi publik sekitar 1 kuadriliun dong Vietnam atau setara 38,7 miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai proyek strategis, mulai dari jalan tol, bandara, hingga infrastruktur pendukung lainnya di berbagai wilayah.

Peneliti senior Institut Ekonomi Berkembang Jepang, Mai Fujita, menilai investasi pemerintah menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Vietnam.

"Investasi publik yang kuat oleh pemerintah mendukung pertumbuhan," kata Fujita.

Selain pembangunan infrastruktur, ekspansi industri manufaktur juga menjadi motor penggerak ekonomi Vietnam.

Produsen elektronik asal Taiwan, Foxconn, termasuk perusahaan yang memperluas kapasitas produksinya di Vietnam. Sementara perusahaan Korea Selatan, Samsung Electronics, telah mengoperasikan sejumlah pabrik yang memproduksi ponsel pintar dan berbagai perangkat elektronik untuk pasar ekspor.

Kinerja perdagangan Vietnam juga menunjukkan perkembangan signifikan. Nilai ekspornya mencapai 434,3 miliar dolar AS selama sembilan bulan pertama 2026, meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkutat di kisaran 5 persen.

Meski berhasil menarik investasi asing di sejumlah sektor strategis, termasuk kendaraan listrik, investasi tersebut dinilai belum sepenuhnya menghasilkan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat dalam skala yang memadai.

Faktor lain yang turut memengaruhi posisi Indonesia adalah pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut mengurangi nilai PDB nominal Indonesia ketika dikonversikan ke dalam dolar AS.

Perbedaan jumlah penduduk juga menjadi faktor menarik dalam perbandingan kedua negara. Vietnam memiliki populasi lebih dari 100 juta jiwa, sedangkan Indonesia dihuni sekitar 290 juta penduduk.

Dengan jumlah penduduk yang jauh lebih besar, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri untuk meningkatkan nilai ekonomi per kapita.

Vietnam sendiri tidak berhenti pada target melampaui Indonesia. Negara tersebut menargetkan PDB per kapita mencapai 8.500 dolar AS pada 2030, atau setara dengan level Thailand saat ini.

Namun, Fujita mengingatkan bahwa mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan investasi.

Vietnam juga perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kemampuan penguasaan teknologi agar pertumbuhan ekonominya dapat berkelanjutan.

  • PDB Nasional

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.