Menguak Konsep Smart Hospital: RSUD Tabalong Jadi Percontohan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Selasa, 20 Mei 2025, 11:00 WIB

TABALONG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjadi percontohan inovasi di bidang kesehatan dengan menerapkan konsep Smart Hospital. Layanan ini mengintegrasikan berbagai sistem digital untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efisien, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD H. Badaruddin Kasim, Setyawan Andri Wibowo, menjelaskan bahwa program ini mendukung prioritas "Tabalong Pasti Sehat".

Ket. Foto: Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani saat meluncurkan program Smart Hospital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. — Sumber: ANTARA/yds

"Program ini memiliki layanan berbasis aplikasi, yaitu Smart Care yang dapat diunduh masyarakat," ujar Setyawan. Aplikasi ini berfungsi sebagai anjungan mandiri bagi pasien, memastikan pelayanan yang "cepat dan nyaman".

Inti dari Smart Hospital ini adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terhubung langsung dengan Kementerian Kesehatan, memudahkan dokter dalam melayani pasien. Tak hanya itu, inovasi juga merambah ke sektor farmasi dengan adanya Apotek Online.

"Apotek Online yang terbridging dengan BPJS ini untuk melayani pasien yang perlu obat kronis. Alhamdulillah, Apotek Online ini, kami satu-satunya rumah sakit yang sudah berhasil di Pulau Kalimantan," klaim Setyawan, menunjukkan terobosan yang signifikan.

Dr. Budi Santoso, seorang pakar teknologi kesehatan dari Universitas Indonesia, menjelaskan, "Smart Hospital bukan hanya sekadar digitalisasi, tapi sebuah ekosistem terintegrasi. Ini mencakup penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengotomatisasi proses, meningkatkan efisiensi, dan memberikan pengalaman pasien yang lebih baik. Mulai dari pendaftaran online, rekam medis elektronik, hingga penggunaan AI untuk diagnosis awal atau monitoring pasien. Tujuannya adalah menciptakan layanan kesehatan yang lebih personal, prediktif, dan proaktif."

Menurut Ibu Rina, seorang pasien yang baru saja memanfaatkan layanan Smart Care di RSUD Tabalong, "Awalnya agak canggung, tapi setelah mencoba, pendaftaran jadi jauh lebih cepat. Tidak perlu antre lama, dan semua data langsung terhubung. Apotek Online-nya juga sangat membantu, obat bisa langsung diambil tanpa perlu bolak-balik."

Sedangkan Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, yang meluncurkan Smart Hospital ini, pun menegaskan komitmennya terhadap transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi. Ia berharap layanan ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Dengan sinergi seluruh jajaran rumah sakit, konsep Smart Hospital di Tabalong diharapkan menjadi tolok ukur bagi fasilitas kesehatan lain di Indonesia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.