- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jadi Tentara Bayaran Russi...
Jadi Tentara Bayaran Russia, WNI Bernama Taufiq Muhammad Tewas dalam Perang Ukraina
Sabtu, 31 Okt 2026, 10:30 WIBKIEV - Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Taufiq Muhammad yang sebelumnya bekerja sebagai sopir taksi dan manajer perusahaan pertanian dilaporkan tewas setelah direkrut menjadi tentara bayaran Russia.Â
Menurut intelijen militer Ukraina, pria berusia 48 tahun itu diduga berangkat ke Moskow karena tergiur tawaran pekerjaan dengan imbalan besar, tanpa mengetahui bahwa dirinya akan dikirim untuk bertempur di Ukraina.
Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (Defence Intelligence of Ukraine/DIU) mengungkap kasus tersebut melalui pernyataan di situs resminya pada Senin (26/10).
"Badan Intelijen Pertahanan Ukraina telah mengidentifikasi seorang tentara bayaran asing lainnya yang bertempur bersama pasukan pendudukan Russia dan tewas di Ukraina - warga negara Indonesia bernama Taufiq Muhammad yang lahir pada 22 Mei 1978 di kota Sorong," tulis DIU.
Menurut lembaga tersebut, Taufiq tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Selain pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta dan manajer perusahaan pertanian, ia memiliki pengalaman kerja di Amerika Serikat serta fasih berbahasa Inggris.
DIU menduga Taufiq awalnya mencari pekerjaan melalui sebuah lowongan yang kemudian dimanfaatkan perekrut Russia untuk menariknya ke Moskow.
"Perekrut Russia menemukan Taufiq melalui resume yang dia kirimkan sebagai tanggapan atas tawaran pekerjaan. Dia kemungkinan besar percaya pada janji 'uang mudah' dan pergi ke Moskow," tulis DIU.
"Pada kenyataannya, dia menjadi korban lain dari skema penipuan Russia untuk merekrut orang asing untuk perang kriminalnya," lanjut DIU.
Berdasarkan informasi yang diungkap intelijen Ukraina, Taufiq kemudian menandatangani kontrak dengan militer Russia pada 19 April 2026 di Korolyov, sebuah kota dekat Moskow.
Kontrak tersebut berlaku selama satu tahun, yang menurut DIU merupakan ketentuan standar bagi warga negara asing yang direkrut Russia untuk menjalankan tugas infanteri berisiko tinggi.
Setelah menandatangani kontrak, Taufiq ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan dikirim ke pusat pelatihan militer di dekat Voronezh.
Namun, masa pelatihannya disebut hanya berlangsung sekitar satu setengah minggu sebelum ia dikerahkan ke wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan Russia pada awal Mei 2026.
"(Taufiq) ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan dikirim ke pusat pelatihan dekat Voronezh. Dia hanya menghabiskan satu setengah minggu di sana. Pada awal Mei, warga negara Indonesia tersebut telah dikerahkan ke wilayah Ukraina yang diduduki sementara," tulis DIU.
Taufiq kemudian ditempatkan di Donetsk, bagian dari kawasan Donbas yang menjadi salah satu medan pertempuran antara pasukan Russia dan Ukraina.
Menurut DIU, ia tewas dalam pertempuran pertamanya ketika pasukan Negeri Beruang Merah berusaha bergerak maju dari permukiman Zelena Dolyna menuju desa Novoselivka dan Drobysheve.
"Taufiq meninggal hampir seketika selama pertempuran pertamanya tersebut. Ini terjadi ketika pasukan Rusia berusaha maju dari pemukiman Zelena Dolyna di wilayah Donetsk menuju Novoselivka dan Drobysheve," tulis DIU.
Lembaga intelijen Ukraina tersebut tidak merinci tanggal pasti kematian Taufiq dalam informasi yang tersedia.
SEJUMLAH WNI LAIN JUGA DIREKRUT MILITER RUSIA
Kasus Taufiq menambah daftar laporan mengenai warga Indonesia yang bergabung dengan pasukan Russia dalam perang melawan Ukraina.
Pada Agustus 2026, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU) mengungkap dokumen yang disebut menunjukkan sedikitnya delapan WNI telah direkrut ke dalam barisan militer Rusia.
Menurut FISU, perekrutan warga negara asing diduga dilakukan melalui berbagai tawaran, termasuk gaji tinggi, pekerjaan non-tempur, hingga kesempatan memperoleh kewarganegaraan Rusia.
Namun, mereka berisiko ditempatkan di medan pertempuran meskipun tidak memiliki pengalaman militer atau hanya menjalani pelatihan dalam waktu singkat.
Selain Taufiq, seorang WNI bernama Rendi Apriyanto juga dilaporkan meninggal dunia setelah bergabung dengan pasukan Rusia.
Rendi, pria berusia 30 tahun asal Natuna, Kepulauan Riau, dilaporkan tewas pada September 2026.
Keluarganya menerima kabar kematian tersebut dari seorang warga Indonesia lain yang turut berperang untuk Rusia
Sebelum berangkat, Rendi disebut telah memberi tahu keluarganya bahwa dirinya direkrut untuk bekerja di bidang logistik.
Nama WNI lainnya yang pernah dikaitkan dengan keterlibatan dalam militer Rusia adalah Muhammad Rio, mantan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh.
Rio diduga bergabung dengan pasukan Russia tanpa melaporkan keterlibatannya kepada perwakilan Indonesia.
Sementara itu, Satria Kumbara, mantan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), juga diketahui bergabung dengan pasukan Russia sebagai tentara bayaran.
- Tentara Bayaran Russia
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.