Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar India Menarik Perhatian Mendag, Produk Manufaktur RI Berpeluang Tembus Pasar Global

6 Jumat, 16 Okt 2026, 07:49 WIB | Oleh:
Pasar India Menarik Perhatian Mendag, Produk Manufaktur RI Berpeluang Tembus Pasar Global Pasar India Menarik Perhatian Mendag, Produk Manufaktur RI Berpeluang Tembus Pasar Global Doc: Antara foto/HO-Kemendag
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pertemuan dengan delegasi India dalam penyelenggaraan hari kedua Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10).

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertemu dengan delegasi bisnis dari India guna membahas peluang ekspor produk manufaktur Indonesia ke India.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10), Budi mengatakan ekspor berbagai produk manufaktur memiliki potensi yang cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah.

"Perlu ada penguatan sinergi dunia usaha dengan pemerintah agar produk-produk Indonesia makin gencar masuk ke India, salah satunya melalui pemenuhan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh otoritas India," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Budi menyampaikan salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan India adalah dengan mengukuhkan komitmen perdagangan.

Oleh karena itu, ia melihat perlunya terus mengeksplorasi perundingan dagang bilateral yang bermanfaat untuk mengatasi hambatan perdagangan.

"Peningkatan komitmen perdagangan antara kedua negara dapat mendukung akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia," kata Budi.

Selain membahas perdagangan, pertemuan tersebut juga menjajaki peluang investasi India di Indonesia. Dalam hal ini, beberapa sektor yang dibahas meliputi otomotif, furnitur, serta mineral strategis seperti logam tanah jarang.

Total perdagangan Indonesia dengan India pada Januari-Agustus 2026 mencapai 16,62 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke India 12,81 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari India 3,81 miliar dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus sebesar 8,99 miliar dolar AS terhadap India.

Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia-India mencapai 23,13 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke India tercatat 18,30 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari India 4,84 miliar dolar AS, sehingga Indonesia surplus 13,46 miliar dolar AS.

Produk utama ekspor Indonesia ke India pada 2025 adalah batu bara, minyak sawit, baja nirkarat, asam lemak industri monokarboksilat, dan korundum buatan.

Impor utama dari India meliputi daging sapi, kacang tanah, kendaraan bermotor pengangkut barang, suku cadang traktor, dan tembakau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Sudin SDA Jakarta Pusat Nor...
Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.