Sentimen Eksternal Dominan - 26 Oktober 2026
Senin, 26 Okt 2026, 07:40 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan pada awal pekan di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah dan tingginya ketidakpastian pasar global.
Perhatian investor juga tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal III-2026, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), serta keputusan suku bunga The Fed dalam rapat FOMC (dewan kebijakan The Fed).
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan moneter AS dan pergerakan dollar, yang berpengaruh terhadap tekanan rupiah.
Di sisi lain, minimnya agenda ekonomi domestik membuat sentimen eksternal berpotensi lebih dominan dalam menentukan pergerakan nilai tukar, sehingga ruang penguatan rupiah masih terbatas.
Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (26/10), bergerak fluktuatif di kisaran 18.000-18.150 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (23/10), bergerak melemah 20 poin atau 0,11 persen dari sehari sebelumnya menjadi 18.080 rupiah per dollar AS.
“Data klaim pengangguran awal AS (Amerika Serikat) untuk pekan yang berakhir pada 17 Oktober tercatat lebih baik dari perkiraan, yakni sebesar 194 ribu,” ucap Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi.
Angka tersebut yang berada di bawah estimasi maupun angka sebelumnya sebesar 200 ribu sekaligus mencapai level terendah dalam hampir 57 tahun terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!