ASN Terlambat Tak Boleh Ikut Rapat

Senin, 26 Okt 2026, 01:10 WIB

JAKARTA - Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta yang terlambat hadir dilarang mengikuti rapat. Ini sebagai bagian dari penerapan budaya korporat (corporate culture) dan peningkatan disiplin kerja. “Kita harus membangun corporate culture. Di Jakarta sekarang ssemua begitu. Semua sudah disiplin,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Minggu (25/10).

Pramono menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan untuk membangun budaya kerja yang lebih disiplin di lingkungan Pemprov Jakarta, terutama dalam ketepatan waktu menghadiri rapat. Penerapan budaya korporat itu diharapkan dapat mendorong ASN lebih menghargai waktu. Selain itu, juga meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ket. Foto: Aparatur Sipil Negara (ASN) — Sumber: ANTARA/Putra M. Akbar

Dia pun menjelaskan pengalamannya saat memimpin rapat di Balai Kota. Dulu, pelaksanaan rapat bisa terlambat hingga setengah jam. Hal tersebut menjadi kebiasaan yang dimaklumi. Namun, sejak dia langsung memimpin rapat, keterlambatan satu hingga dua menit saja bisa berujung ditegur. “Jadi yangterlambat, sudah saja, tidak usah ikut rapat,” tuturnya.

“Sekarang begitu terlambat 1-2 menit, saya dengan halus akan mengatakan: lebih baik tidak ikut rapat daripada rapat terlambat,” ucapnya. Lebih jauh, Pramono menyatakan bahwa setiap keputusan harus diambil melalui forum rapat. Dengan begitu, dia mengklaim tidak pernah menetapkan suatu kebijakan secara sepihak atau pribadi. “Saya enggak pernah memutuskan sesuatu secara pribadi, tanpa rapat, tidak pernah. Semua keputusan diambil secara terbuka dalam rapat,” katanya.

Taman Puring

Sementara itu, menyangkut para pedagang yang semua berjualan di Taman Puring, Pramono menyatakan, akan mencarikan lokasi sementara selama revitalisasi menjadi ruang terbuka hijau (RTH) taman disabilitas. “Pedagangnya tentunya harus dicarikan tempat berdagang. Sekarang sedang dibahas,” tutur Pramono Anung.

Dia menyatakan revitalisasi Taman Puring pascakebakaran pada tahun 2025 merupakan ide dari mantan Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar. Dia menyetujui ide tersebut sebagai upaya pembangunan taman disabilitas yang diperlukan.

“Untuk Taman Puring yang direvitalisasi, saya ingin menjadi taman untuk disabilitas. Karena Jakarta belum punya taman disabilitas,” katanya.

Pramono juga berjanji akan memperjuangkan hak pedagang Taman Puring untuk tetap bisa berdagang.Saat ini, ada 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran. Sebelum insiden terjadi, Pasar Taman Puring dihuni lebih dari 500 pedagang.

  • Aktivitas ASN

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.