Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Tertinggi Nasional hingga September 2026
Selasa, 03 Nov 2026, 21:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Provinsi DKI Jakarta kembali mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional dengan nilai Rp249,3 triliun sepanjang Januari-September 2026. Capaian gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tersebut berkontribusi 16,2 persen terhadap total investasi nasional serta menyerap 440.744 tenaga kerja Indonesia.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jakarta. Menurutnya, investasi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi.
“Bagi kami, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Penyerapan lebih dari 440 ribu tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi. Inilah dampak investasi yang ingin terus kami dorong agar semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Heru, Selasa (3/11).
Dari total tenaga kerja yang terserap selama sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 322.380 orang bekerja pada sektor usaha dengan sumber penanaman modal dalam negeri. Sementara itu, investasi asing menyerap 118.364 tenaga kerja pada periode yang sama.
Secara tahunan, realisasi investasi Jakarta meningkat 22,1 persen dibandingkan periode Januari-September 2025 yang mencapai Rp204,2 triliun. Dengan nilai Rp249,3 triliun, Jakarta mempertahankan posisi sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.
Pada Triwulan III 2026, realisasi investasi Jakarta tercatat sebesar Rp75,7 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp53,6 triliun dan PMA sebesar USD1,34 miliar atau setara Rp22,1 triliun.
Realisasi investasi pada triwulan ketiga tersebut menyumbang 14,3 persen terhadap total investasi nasional. Angkanya juga tumbuh 19,49 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika investasi Jakarta tercatat sebesar Rp63,3 triliun.
“Capaian ini membuktikan bahwa Jakarta memiliki daya saing, infrastruktur, dan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan investasi. Hal ini tentu tidak terlepas dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mendorong seluruh jajaran untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat,” ungkap Heru.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, DPMPTSP DKI Jakarta akan mengoptimalkan sejumlah langkah peningkatan pelayanan investasi. Upaya tersebut mencakup optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, serta penguatan pendampingan investasi secara terintegrasi.
Berdasarkan sebaran wilayah, Jakarta Selatan menjadi penyumbang investasi terbesar selama Januari-September 2026. Wilayah tersebut mencatatkan investasi sebesar Rp96,9 triliun atau sekitar 39 persen dari total realisasi investasi Jakarta.
Berikutnya, Jakarta Pusat mencatatkan investasi Rp68,5 triliun atau 28 persen. Jakarta Utara menyusul dengan Rp32,2 triliun atau 13 persen, Jakarta Barat Rp28 triliun atau 11 persen, Jakarta Timur Rp23,4 triliun atau 9 persen, serta Kabupaten Kepulauan Seribu sebesar Rp291 miliar atau 0,1 persen.
Heru mengatakan, tingginya realisasi investasi tersebut tidak terlepas dari inovasi layanan penanaman modal dan kemudahan pengurusan perizinan maupun nonperizinan. DPMPTSP DKI Jakarta juga berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Dari sisi sektor usaha, Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp76,3 triliun atau 31 persen. Sektor Jasa Lainnya berada di urutan berikutnya dengan Rp69,3 triliun atau 28 persen, sedangkan Perdagangan dan Reparasi mencatatkan Rp34,3 triliun atau 14 persen.
Sementara itu, Singapura menjadi negara dengan kontribusi investasi asing terbesar di Jakarta selama Januari-September 2026. Realisasi investasi dari negara tersebut mencapai Rp37,9 triliun, diikuti Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp12,9 triliun, Hong Kong Rp7,6 triliun, Jepang Rp6,9 triliun, dan Korea Selatan Rp3,3 triliun.
Heru menilai kontribusi negara-negara tersebut mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap Jakarta sebagai pusat bisnis dan ekonomi strategis di Asia Tenggara. Posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, dan aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi dinilai menjadi daya tarik bagi investor global.
“Kepercayaan investor internasional merupakan modal penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi investasi utama, baik nasional maupun regional. Kami akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan kualitas pelayanan perizinan, kemudahan berusaha, serta fasilitasi atas kebutuhan dan kendala investor,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!