UWRF 2026 Digelar di Ubud, Simak Jadwal dan Programnya

Rabu, 21 Okt 2026, 19:50 WIB

JAKARTA - Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 akan berlangsung pada 21–25 Oktober di Ubud, Bali. Festival ini mempertemukan penulis, pemikir, seniman, dan pembaca dari berbagai negara melalui rangkaian program sastra dan seni.

Selama festival, pengunjung dapat mengikuti kegiatan yang membuka ruang untuk bertukar gagasan dan mengenal beragam perspektif. UWRF juga mengajak masyarakat menemukan cerita yang dapat memperkaya pemahaman lintas budaya.

Ket. Foto: Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 akan berlangsung pada 21–25 Oktober di Ubud, Bali. Festival ini mempertemukan penulis, pemikir, seniman, dan pembaca dari berbagai negara melalui rangkaian program sastra dan seni. — Sumber: Istimewa

Tahun ini UWRF mengangkat tema Samarasā: Awareness. Empathy. Action. Tema tersebut mengajak masyarakat membangun kesadaran, menumbuhkan empati, dan mendorong aksi melalui cerita serta percakapan lintas budaya.

Ajakan itu menjadi landasan bagi beragam agenda festival. Melalui cerita dan percakapan, UWRF mendorong pengunjung untuk mengeksplorasi pandangan yang berbeda dan memperluas pemahaman terhadap pengalaman lintas budaya.

Program yang disiapkan meliputi diskusi penulis, panel, lokakarya, peluncuran buku, hingga pertunjukan seni. Ragam kegiatan ini menghadirkan sastra dan seni dalam sejumlah bentuk selama festival berlangsung.

Program utama UWRF 2026 akan digelar di Taman Baca Ubud pada 22–25 Oktober. Sejumlah acara tambahan juga akan berlangsung di berbagai lokasi lain di Ubud, sementara keseluruhan festival dijadwalkan pada 21–25 Oktober.

Founder Yayasan Mudra Swari Saraswati, I Ketut Suardana, mengatakan UWRF berupaya menyediakan ruang bagi cerita dan gagasan dari berbagai latar belakang. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkaya pemahaman masyarakat.

"Melalui Ubud Writers & Readers Festival, kami ingin menghadirkan ruang bagi cerita dan gagasan dari berbagai latar belakang untuk saling bertemu. Kami percaya bahwa sastra dan percakapan lintas budaya dapat membuka wawasan, menumbuhkan empati, serta mendorong masyarakat untuk melihat berbagai persoalan dari perspektif yang berbeda," ujar I Ketut Suardana.

Suardana juga berharap festival ini terus menjadi ruang yang mendorong dialog dan kreativitas. Ia menilai percakapan antarmanusia dapat membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam.

Untuk mendukung penyelenggaraan tahun ini, UWRF menggandeng Pelita Air sebagai Official Airline Partner. Kemitraan tersebut menghubungkan dunia perjalanan dengan perayaan sastra, seni, dan keberagaman budaya.

Kolaborasi ini sekaligus mengajak masyarakat menjelajahi cerita dan perspektif melalui festival di Ubud. Perjalanan dan pertemuan dengan beragam gagasan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan melalui rangkaian acara UWRF 2026.

Melalui program-programnya, UWRF mengundang masyarakat untuk merayakan kekuatan cerita dalam membangun pemahaman dan koneksi antarmanusia. Festival ini juga mengajak pengunjung menikmati Ubud sebagai ruang pertemuan sastra, seni, dan budaya dari berbagai belahan dunia.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui agenda lebih lanjut, informasi program UWRF 2026 tersedia melalui situs resmi festival. Rincian tiket juga dapat diakses di ubudwritersfestival.com.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.