Dari AirAsia ke Telkom, Veranita Yosephine Bertekad Buka Jalan bagi Lebih Banyak Pemimpin Perempuan.

Rabu, 21 Okt 2026, 19:57 WIB

Pengalaman Veranita Yosephine sebagai pemimpin perempuan di berbagai industri sudah tidak diragukan lagi. Sebelum mendapat amanah sebagai Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita menjabat sebagai CEO AirAsia Indonesia sekaligus satu-satunya pemimpin perempuan di Industri penerbangan di Indonesia.

Diakui Veranita, Bali Tech Week 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi kesyukuran baginya. Jika sebelumnya di AirAsia Indonesia hanya dirinya pemimpin perempuan di industri penerbangan. Namun, di industri ICT, ada banyak tokoh pemimpin perempuan yang menginspirasinya.

Ket. Foto: Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia. — Sumber: Telkom Indonesia

“Saya merasa senang dan bersyukur, bisa bertemu dengan para pemimpin perempuan di industri ICT. Saya menyaksikan ternyata perempuan-perempuan saat ini sudah bisa melangkah lebih jauh untuk menjadi yang terdepan, mendorong inovasi dalam penerapan solusi artificial intelligence,” jelas Veranita dalam sesi Women Tech Founder, Tea Talk with Minister pada rangkaian Bali Tech Week 2026 yang berlangsung di Bali Beach Garden Terrace.

Sejak menjadi bagian dari pemimpin perempuan di TelkomGroup, Veranita melihat bahwa perkembangan AI dan teknologi menjadi momentum penting untuk membuka kesempatan bagi perempuan memimpin di industri yang terus berkembang saat ini.

Peran perempuan menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi TelkomGroup. Keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis dapat memperkaya perspektif, mendorong inovasi, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sejalan dengan perkembangan AI yang pesat, terbuka juga jalan bagi talenta baru. Untuk itu, inilah momentum yang tepat untuk bisa bekerjasama dalam semangat sisterhood. Mendorong lebih banyak perempuan memiliki peran yang representatif dan berdampak lebih besar dalam kepemimpinan di industri ICT,” lanjut alumni Executive Education di Harvard Business School pada tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, Veranita membagikan pengalamannya  membangun sebuah gerakan global internasional HeForShe Indonesia, yang mendorong 100.000 orang dalam sebuah perusahaan untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada perempuan. 

Gerakan tersebut merupakan kampanye solidaritas global yang mengajak laki-laki ikut aktif memperjuangkan kesetaraan gender bersama perempuan. Keberhasilan gerakan tersebut mendapat pengakuan dari UN Women dan Rework atas kontribusinya menghadirkan kesetaraan gender di lingkungan kerja di berbagai perusahaan yang dipimpin sebelumnya.

“Melalui mentorship dan dukungan dari pemimpin perempuan lainnya, dapat membuka peluang bagi calon pemimpin perempuan lain untuk mengasah keterampilan leadershipnya agar lebih terarah,” lanjut Veranita.

Veranita juga mengingatkan bahwa mencapai posisi puncak bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. “Sebab, kepemimpinan yang berdampak bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berhasil melangkah, melainkan juga tentang seberapa banyak jalan yang dapat dibuka agar orang lain ikut melangkah maju,” tutup Veranita.

  • Veranita Yosephine

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.