Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Program ITFq
Selasa, 20 Okt 2026, 23:08 WIBSolok - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, meningkatkan kompetensi 100 guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) melalui program Indonesia Teaching Fellowship (ITF) 2026 untuk memperkuat kualitas pembelajaran, terutama pada bidang literasi dan numerasi.
Program yang dilaksanakan melalui kerja sama Dinas Pendidikan Kota Solok dengan Yayasan Ruangguru tersebut berlangsung selama tiga bulan melalui pendampingan intensif bagi guru terpilih.
Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal di Solok, Selasa, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki kualitas pendidikan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing.
Menurut dia, guru perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
"Guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian bersama agar proses pembelajaran semakin berkualitas, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik," katanya.
Program ITF 2026 diikuti 100 guru terpilih dari 204 pendaftar. Peserta terdiri atas 50 guru SD dan 50 guru SMP, dengan pembagian bidang pengajaran sebanyak 57 guru matematika dan 43 guru bahasa Indonesia.
Pelaksanaan program tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solok Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah mengarahkan program itu untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
Penguatan literasi dan numerasi menjadi fokus utama pendampingan karena kedua kemampuan tersebut merupakan fondasi bagi siswa untuk memahami materi pelajaran, mengolah informasi, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.
Suryadi mengatakan peningkatan kedua kemampuan itu juga menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi tes kemampuan akademik (TKA) pada 2027. Karena itu, guru diharapkan mampu menerapkan hasil pendampingan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina meminta seluruh peserta mengikuti pendampingan selama tiga bulan dengan disiplin, aktif dalam kegiatan, dan menyelesaikan setiap penugasan yang diberikan.
Ia menekankan keberhasilan program tidak hanya diukur dari pemahaman guru terhadap materi pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran.
Dinas Pendidikan Kota Solok bersama Yayasan Ruangguru akan melakukan koordinasi, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi selama pelaksanaan program untuk mendukung pencapaian tujuan kegiatan.
Hasil pendampingan diharapkan dapat diterapkan oleh para guru di sekolah masing-masing, terutama dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Melalui program tersebut, Pemkot Solok berharap peningkatan kompetensi pendidik dapat berkontribusi terhadap perbaikan kualitas pembelajaran serta peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.