Sangat Menggembirakan, Kini Pelajar Telah Mampu Ciptakan Kerajinan dari Sampah
Rabu, 21 Okt 2026, 00:35 WIBJAKARTA â Sampah makin digeluti untuk dijadikan uang. Bagus sekali langkah yang dilakukan SMPN 294 Jakarta karena para pelajarnya diajarkan kemampuan mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna ekonomi.
"Upaya pengelolaan sampah dilakukan para peserta didik bersama guru. Ini sejalan dengan Instruksi Gubernur tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber," kata Lurah Karet Kuningan, Leo Yudhantara di Jakarta. Sekolah ini berlokasi di Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik sejak dini.
Leo menjelaskan bahan baku kerajinan tangan tersebut berasal dari sampah di lingkungan sekolah. Sebelum dimanfaatkan, murid dan guru terlebih dahulu memilah sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.
Melalui kegiatan itu, dia berharap murid-murid semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Selain membangun kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik.
"Semoga penerapan konsep zero waste, dengan meminimalkan sampah yang dihasilkan melalui pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan sampah secara berkelanjutan ini dapat diikuti sekolah lainnya," ucap Leo.
Sementara itu, Kepala SMPN 294 Jakarta Nina Lestari menyebutkan kegiatan itu merupakan salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. "Program ini sekaligus memberikan edukasi kepada murid tentang pemanfaatan sampah agar tidak langsung dibuang," tutur Nina.
Saat ini, kata dia, sampah anorganik yang dikumpulkan dan diolah oleh peserta didik dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan, salah satunya gantungan kunci dengan beragam warna dan motif.
Selain mengolah sampah menjadi kerajinan, SMPN 294 Jakarta juga telah memiliki teba modern dan lubang biopori sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
"Di sekolah kami juga sudah ada teba modern dan lubang biopori. Insya Allah, pengelolaan sampah di sini sudah cukup baik. Semua kami manfaatkan dengan semaksimal mungkin," ungkap Nina.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
PT Pertamina Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Laut di Perairan Sulawesi
-
IHSG Hari Ini Tertekan, Investor Tahan Aksi Jelang Keputusan The Fed
-
Gubernur Pramono Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Jakarta Lewat Koordinasi Lintas Sektor
-
Empat Belas Tahun Desa Medan Mas tanpa Sekolah Dasar
-
Bantuan Air Bersih untuk Daerah Terdampak Kekeringan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.