Perilaku Berintegritas Ciptakan Tata Kelola Sekolah Bersih
Senin, 19 Okt 2026, 01:23 WIBPANDEGLANG â Untuk menciptakan tata kelola sekolah yang bersih dan professional memerlukan pembiasaan perilaku berintegritas. âTentu tetap perlu pengawasan ketat,â jelas Ketua Forum Penyuluh Antikorupsi (Paksi) dan Ahli Pembangun Integritas (API) Provinsi Banten, Ratu Syafitri, di Pandeglang, Minggu.
Ratu Syafitri menandaskan, integritas merupakan landasan utama dalam membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi etika. Keberanian untuk menolak segala bentuk penyimpangan khususnya penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus dimiliki semua orang.
Selain itu, kompetensi dan kemampuan teknis perlu diimbangi dengan etika kerja, kejujuran, serta komitmen untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Integritas bukan hanya tentang memahami aturan, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan aturan tersebut.
âDalam perencanaan dan pengelolaan Dana BOS, setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan, dilakukan secara transparan, serta benar-benar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas pendidikan,â katanya.
Menurutnya, penerapan nilai integritas juga berkaitan dengan upaya mencegah penyalahgunaan wewenang, benturan kepentingan, serta berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan kepentingan publik. "Budaya integritas perlu dibangun melalui kepatuhan terhadap prosedur, keterbukaan informasi, dan tanggung jawab dalam setiap proses pengambilan keputusan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, perencanaan anggaran tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang baik. "Pelayanan yang profesional harus mengedepankan transparansi, keadilan, dan kepastian prosedur. Tidak boleh ada kepentingan pribadi yang memengaruhi pengambilan keputusan. Setiap proses harus berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan,â katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Teknologi DryClean Ozone Modena Bantu Rawat Pakaian agar Lebih Awet
-
KPK Sebut Kerugian Negara Sektor Kehutanan Rp175 Triliun
-
Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes.
-
Disdag Mataram: Pekan Ini Penyaluran Beras SPHP Normal Lagi
-
Ranking Jakarta Naik ke Posisi 71 Dunia, Gubernur Pramono Target Top 50 di Tahun 2029
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.