Festival Cilung Ajang Pembelajaran Memilah Sampah

Senin, 19 Okt 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Dunia boleh bersyukur, saat ini kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pengolahan sampah, semakin tinggi di masyarakat. Berbagai cara dilakukan untuk mengedukasi pentingnya memilah sampah dari rumah. Inilah salah satu yang menjadi tujuan “Festival Cilung 2026” yang dilakukan Pemprov Jakarta.

Pemprov Jakarta mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dan mengubah sampah plastik menjadi bermanfaat. Bahkan nilai jualnya meninggi melalui Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 yang digelar di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu.

Ket. Foto: Perahu hias berbahan limbah plastik saat parade Festival Cinta Lingkungan (Cilung) di Danau Sunter, Jakarta, Minggu (18/10). Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Unit Penanganan Sampah Badan Air. Ada 43 perahu hias berbahan botol dan sampah plastik. Ini bagian dari edukasi memilah sampah dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia. — Sumber: ANTARA/Angga Budhiyanto

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, Minggu. Menurutnya, pengelolaan sampah dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Dudi menyebutkan puluhan perahu hias yang ditampilkan dalam festival tersebut merupakan hasil kreativitas dan inovasi pasukan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air dengan memanfaatkan berbagai barang bekas. Total sebanyak 18.400 galon dan 47.000 botol plastik digunakan sebagai bahan pembuatan perahu, ditambah berbagai material bekas lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, kata Dudi, masyarakat diajak melihat bahwa sampah yang dikelola dengan baik masih memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi karya yang menarik. Melalui karya perahu kreatif itu, sambung dia, sampah dapat diolah menjadi karya bernilai seni sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Karya ini merupakan cerminan kreativitas dan inovasi pasukan penanganan sampah badan air,” ujar Dudi. Selain parade perahu hias, festival juga diisi dengan berbagai kegiatan lingkungan. Ada penebaran benih ikan dan penyebaran eco-enzim di Danau Sunter. Kemudian, edukasi pemilahan dan pengolahan sampah. Ada juga pameran hasil daur ulang karya petugas Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

“Pengunjung juga mendapat kesempatan memperoleh pupuk kompos secara gratis, hasil pengolahan sampah. Mereka juga boleh merasakan pengalaman naik perahu cinta lingkungan,” tutur Dudi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan festival tersebut merupakan upaya Pemprov meningkatkan kesadaran wargaakan pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah dari rumah.

Uus menandaskan, Festival Perahu Cilung 2026 bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengingatkan warga bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Kegiatan cinta lingkungan harus menjadi kebiasaan. Melalui festival, kita ingin menggugah dan meningkatkan semangat warga bahwa mencintai lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Uus.

Lebih lanjut dia menilai, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Maka, Pemprov terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui penerapan pola pilah, angkut, dan olah.

“Pemilahan sampah harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama. Kita harus mulai mengurangi sampah dari rumah. Memilahnya dengan benar dan memastikan sampah tidak mencemari lingkungan, terutama sungai atau danau,” pungkas Uus.

Soal Serius

Sementara itu, dalam Festival Cilung dihadirkan 43 perahu hasil kreativitas petugas penanganan sampah badan air. Ini sebagai upaya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Uus Kuswanto menilai, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Sedangkan Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayatmenilai,Festival Cilungmerupakan cara kreatif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan di Jakarta Utara. “Festival ini menunjukkan bahwa barang bekas yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi karya yang bagus,” jelas Hendra.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan kerja sama pemerintah dan masyarakat. Maka, kepedulian terhadap kebersihan sungai, danau, serta saluran air harus terus ditingkatkan. Jangan lagi membuang sampah sembarangan. 

  • Festival Cilung

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.