Ranking Jakarta Naik ke Posisi 71 Dunia, Gubernur Pramono Target Top 50 di Tahun 2029

Selasa, 03 Feb 2026, 17:17 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membawa Jakarta masuk dalam 50 besar kota global dunia pada 2029. Target tersebut disampaikan usai menghadiri peluncuran Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2).

Pramono menyebut posisi Jakarta saat ini berada di peringkat ke-71 dunia, naik dari sebelumnya peringkat ke-74. Ia menargetkan pada tahun ini Jakarta bisa menembus posisi di atas peringkat 60 sebagai pijakan menuju target 2029.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membawa Jakarta masuk dalam 50 besar kota global dunia pada 2029. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Saat ini peringkat Jakarta berada di posisi ke-71, naik dari sebelumnya peringkat ke-74. Saya berharap pada tahun ini Jakarta dapat menembus peringkat di atas 60 sebagai bagian dari target masuk 50 besar kota global dunia pada 2029," ujar Pramono.

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menetapkan tiga pilar utama pembangunan. Ketiga pilar itu meliputi penguatan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan ekosistem bisnis yang transparan dan terbuka.

Pramono menilai kepercayaan investor global menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta. Menurutnya, tanpa rasa percaya dari pasar internasional, investasi dan pembangunan akan berjalan lambat.

"Kita ingin masyarakat internasional dan para investor memiliki confidence dan trust terhadap Jakarta. Tanpa kepercayaan, pembangunan dan investasi tidak akan berjalan optimal," katanya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kinerja ekonomi Jakarta masih menunjukkan tren positif. Pada triwulan III 2025, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 4,96 persen secara tahunan.

Capaian investasi juga menunjukkan sinyal kuat. Sepanjang 2025, realisasi investasi Jakarta tercatat mencapai 16,9 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, realisasi investasi Jakarta justru meningkat. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap Jakarta masih sangat tinggi," ujar Pramono.

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sektor transportasi publik. Perluasan jaringan MRT dan LRT serta pengembangan layanan Transjakarta hingga wilayah Bodetabek menjadi prioritas.

Penguatan sistem transportasi ini turut mengangkat peringkat Jakarta ke posisi ke-17 dari 50 kota dunia dalam kategori transportasi publik versi survei Time Out 2025.

"Transportasi publik adalah tulang punggung kota global. Peringkat ini menjadi bukti bahwa upaya perbaikan yang kami lakukan berada di jalur yang tepat," ucapnya.

Selain transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) seperti Blok M Hub. Akses hunian layak turut diperluas melalui program perumahan dan peningkatan kapasitas rumah susun.

Di sektor investasi, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045. Pemerintah juga menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha dan memberikan insentif bagi investor yang berorientasi pada keberlanjutan.

Sejumlah inisiatif lain seperti Jakarta Investment Festival dan Investment Project Ready-to-Offer turut diperkuat untuk menarik minat investor global.

Pemprov DKI Jakarta juga memperkenalkan Jakarta Collaboration Fund sebagai skema pembiayaan inovatif yang tidak membebani APBD. Skema ini diharapkan memperkuat ketahanan fiskal daerah.

"Jakarta Collaboration Fund bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi fondasi bagi ketahanan fiskal Jakarta. Melalui skema ini, kami dapat menjalankan inisiatif strategis secara lebih mandiri," jelas Pramono.

Pramono berharap forum Indonesia Economic Summit dapat menghasilkan kerja sama konkret lintas sektor. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang berkelanjutan.

"Kami berharap forum ini menghasilkan kerja sama konkret bagi Jakarta dan Indonesia. Tujuannya adalah membangun kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.