Festival Kelurahan Harus Jadi Ruang Kohesi Sosial
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 08:07 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Rangkaian penilaian 10 besar Lomba Benyamin S Award (BSA) 2026, salah satunya mensyaratkan setiap kelurahan menggelar kegiatan festival.
Tidak hanya menampilkan potensi wilayah, festival kelurahan juga dirancang menjadi role model kohesi menggerakkan masyarakat.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, festival yang disiapkan setiap kelurahan finalis Lomba Benyamin S Award 2026 tidak sekadar bentuk selebarasi, tapi juga akan menjadi penguatan bagi setiap kelurahan.
"Festival bukan hanya sebuah selebrasi. Tetapi lebih dari itu semua, sebagai ruang kohesi, ruang yang menguatkan ikatan yang ada di masyarakat," katanya, Kamis (13/10).
Sigit mengatakan, ruang kohesi itu diharapkan bisa memperkuat kebersamaan masyarakat dan jajaran pemerintahan di level kelurahan. Sehingga, Jakarta ke depan semakin solid, sukses dan realisasi pembangunan juga semakin optimal.
Kegiatan festival ini juga tidak hanya akan menjadi bagian dalam event kalender HUT ke-500 Jakarta, 2027 mendatang. Secara praktis, kegiatan ini bisa menjadi barometer bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di level kelurahan.
"Kami mendorong melalui Biro KSD, ini bisa menjadi role model di dalam proses evaluasi kinerja dan penggerakan masyarakat di level kelurahan," tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!