Sekjen Tegaskan ASEAN Tak Akan Tinggalkan Dollar AS, tetapi hanya Perkuat Perekonomiam

Kamis, 15 Okt 2026, 13:20 WIB

MOSKWA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tidak bertujuan meninggalkan dollar AS, melainkan berupaya memperkuat perekonomian mereka.

“Jadi, menurut saya, ini bukan tentang beralih dari penggunaan mata uang internasional atau mengupayakan dedolarisasi, melainkan tentang bagaimana membangun perekonomian yang kuat melalui Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), yang selama ini sedang kami rundingkan,” kata Kao kepada RIA Novosti yang dipublikasi pada Kamis (15/10).

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn — Sumber: antara foto

Kao mengatakan bahwa dirinya meyakini ekonomi digital akan mengubah dinamika berbagai pengaturan mata uang tersebut.

DEFA, lanjutnya, akan ditandatangani pada November, dengan implementasi dijadwalkan dimulai pada 2027.

“Kami baru saja menyelesaikan perundingan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN, yang akan ditandatangani pada November tahun ini. Kami berharap perjanjian tersebut dapat diratifikasi sekitar tahun depan, dan kemudian implementasinya dapat dimulai,” ucapnya.

Kao mengatakan DEFA akan memungkinkan negara-negara ASEAN melakukan transaksi tanpa menggunakan mata uang fisik, melainkan melalui pembayaran digital. Ia menambahkan bahwa sistem tersebut akan menjadi inti dari perekonomian ASEAN.

ASEAN didirikan pada 1967 dan terdiri atas 11 negara, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.