Pemerintah Bakal Kembangkan Desalinasi Air Laut ke Air Bersih

Kamis, 15 Okt 2026, 13:12 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pihaknya siap untuk mengembangkan desalinasi air laut (mengubah air laut menjadi air minum) sebagai salah satu bagian dari pengembangan sumber daya air alternatif bagi masyarakat.

“Selain kita mengandalkan suplai air bersih baik air permukaan tanah, air dalam tanah, sungai, dan danau yang kita miliki, mari kita mulai kembangkan desalinasi air laut," ujar AHY dalam Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis (15/10).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) — Sumber: antara foto

Dia menambahkan bahwa pengembangan desalinasi air laut khususnya diperuntukkan untuk pulau-pulau kecil dan kota pesisir yang tidak memiliki sumber air permukaan memadai.

"Ini khususnya untuk pulau-pulau kecil dan kota pesisir yang tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai. Tentu isu utamanya adalah biaya energinya dan pengelolaan air sisa yang berkadar garam tinggi. Nanti di depan tentunya ada Kementerian PU, Kementerian ESDM, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya.

Menurut dia, pengembangan sumber daya air alternatif ini penting sekali dikarenakan berbagai lapisan masyarakat semakin hari membutuhkan air bersih dalam jumlah yang semakin besar.

"Di sana-sini kita mendengarkan aspirasi masyarakat, 'Pak, kami tidak punya air bersih, sulit sekali mendapatkan air.' Oleh karena itu kita harus mencari alternatif sumber daya air," kata AHY.

Sebagai informasi, Menko AHY menginstruksikan jajarannya untuk meneliti pemanfaatan teknologi desalinasi air laut sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis pasokan air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Saat ini, Kota Balikpapan tengah menghadapi defisit pasokan air bersih hingga 1.000 liter per detik di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino yang membuat volume air permukaan di Waduk Manggar serta Waduk Teritip menyusut tajam.

Kebutuhan air baku di wilayah Teritip baru terpenuhi sebesar 1.500 liter per detik dari total kebutuhan ideal yang mencapai 2.500 liter per detik.

Kondisi ini kian mendesak seiring melonjaknya jumlah penduduk akibat migrasi pendatangan yang masif semenjak Balikpapan ditetapkan sebagai kota mitra penopang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menko AHY menilai teknologi desalinasi air laut kini sudah semakin matang dan maju secara global. Pihaknya berharap perhitungan ulang investasi teknologi ini menghasilkan skema harga yang kompetitif dan terjangkau bagi pemerintah daerah maupun dunia bisnis agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Teknologi desalinasi adalah proses teknologi yang digunakan untuk menghilangkan kandungan garam dan mineral berlebih dari air laut atau air payau, sehingga air tersebut berubah menjadi air tawar yang bersih dan layak dikonsumsi atau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

  • air laut
  • Air Bersih
  • Pemerintah
  • Desalinasi Air Bersih

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.