SPPG Batam Manfaatkan Pangan Produksi Lokal untuk Kebutuhan Program MBG
Kamis, 15 Okt 2026, 13:39 WIBBATAM â Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan bahan pangan produksi lokal, seperti ikan, telur, lele, buah-buahan, dan jagung, untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan pemanfaatan hasil produksi lokal merupakan bagian dari kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta nelayan di sekitar wilayah operasional SPPG.
âUntuk Kota Batam, kita tahu sendiri kalau kita bukan daerah penghasil, tapi tetap ada beberapa produksi pangan dari beberapa komunitas, terutama untuk ikan dan hasil laut, itu pastinya kita harus manfaatkan dengan baik untuk pasokan dapur SPPG,â kata Defri saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.
Ia menjelaskan ikan dan hasil laut menjadi salah satu komoditas yang dapat dimanfaatkan karena Batam merupakan daerah kepulauan.
Selain itu, pasokan telur juga tersedia dari sejumlah kelompok peternak di kawasan Barelang dan Kabupaten Bintan.
"Meskipun volumenya belum mencukupi seluruh kebutuhan SPPG, tetap kami serap dari kawasan Barelang dan Bintan, itu telur lokal,â kata dia.
Menurut Defri, potensi pangan lokal juga berasal dari kelompok usaha dan komunitas yang telah mengembangkan produksi secara mandiri.
Salah satunya, lanjutnya, SPPG yang dikelola Kepolisian Daerah Kepri (Polda Kepri) yang memiliki kolam budi daya lele, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan program MBG.
âDi kawasan Sei Beduk, tepatnya di Piayu, juga ada kegiatan pertanian melalui green farming. Lalu, ada beberapa komunitas di kawasan Barelang yang menghasilkan buah-buahan, serta jagung yang dapat diserap ketika memasuki masa panen,â katanya.
Defri mengatakan pihaknya mendorong SPPG memanfaatkan hasil produksi komunitas tersebut agar penyerapan pangan lokal dapat berlangsung secara berkelanjutan.
âWalaupun jumlahnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan dapur, setidaknya ekonomi rakyat, ekonomi lokal, ekonomi daerah dapat naik dengan adanya penyerapan off-taker dari SPPG,â ujarnya.
Ia menambahkan koperasi lokal, UMKM, termasuk Koperasi Merah Putih diharapkan dapat berperan dalam mendukung rantai pasok kebutuhan pangan SPPG.
Dengan demikian, menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi turut membuka pasar bagi produk petani, nelayan dan pelaku usaha lokal.
- SPPG Batam
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.