Kemendag Gaspol Promosi Industri Manufaktur, TEI Jadi Panggung Rebut Pasar Global

Selasa, 13 Okt 2026, 18:00 WIB

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat promosi industri strategis dan manufaktur unggulan Indonesia melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Paviliun Industri Strategis yang menjadi etalase produk unggulan nasional, termasuk sektor manufaktur dan teknologi tinggi yang telah mendapat pengakuan internasional.

Ket. Foto: Ilustrasi - Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. — Sumber: ANTARA/HO-HIMKI

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/10), menyampaikan Paviliun Industri Strategis menjadi sarana untuk memperkenalkan kemampuan industri nasional kepada pembeli dari mancanegara sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

"Paviliun Industri Strategis di TEI 2026 menunjukkan kemampuan industri manufaktur dan teknologi tinggi Indonesia yang telah bersaing di pasar global. Kami berharap kehadiran paviliun ini dapat membuka peluang kerja sama perdagangan sekaligus memperluas pasar ekspor produk industri strategis Indonesia," ujar Puntodewi.

Paviliun Industri Strategis akan diikuti sejumlah perusahaan nasional, antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Kemenangan, DTECH Engineering, dan Polytron.

Perusahaan-perusahaan tersebut akan menampilkan beragam produk dan kapabilitas, mulai dari kendaraan dan produk pertahanan, pesawat terbang dan komponen kedirgantaraan, layanan pemeliharaan mesin pesawat dan turbin industri, peralatan navigasi maritim, hingga perangkat elektronik dan kendaraan listrik.

"Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan keberagaman kapabilitas industri strategis Indonesia, mulai dari pengembangan produk pertahanan hingga teknologi dan rekayasa industri," ucap Puntodewi.

Selain industri strategis, Kemendag akan menampilkan produk unggulan Indonesia melalui sejumlah paviliun manufaktur di Hall 5-9. Produk yang dipamerkan terbagi dalam tujuh kelompok komoditas, yakni elektronik, komponen dan logam; alas kaki dan kosmetik; alat musik; farmasi dan alat kesehatan; tekstil; furnitur; serta produk dari kawasan berikat.

Untuk kelompok elektronik, komponen, dan logam, Kemendag menghadirkan Paviliun Produk Manufaktur yang terdiri atas Paviliun Elektronik, Paviliun Komponen, dan Paviliun Logam Olahan atau Indonesia Metalworks Pavilion.

Ketiga paviliun tersebut akan menampilkan produk elektronik, komponen otomotif dan industri, serta produk dan solusi berbasis logam untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri.

"Paviliun Produk Manufaktur menjadi wadah bagi perusahaan manufaktur Indonesia untuk memperkenalkan produk bernilai tambah sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan buyer internasional. Melalui paviliun ini, Kemendag mendorong perluasan akses pasar serta penguatan kemitraan bisnis bagi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global," tambah Puntodewi.

Paviliun lainnya yang turut dihadirkan meliputi Paviliun Alas Kaki, Paviliun Furnitur, Paviliun Tekstil, Paviliun Kawasan Berikat, Paviliun Farmalkes, Paviliun Kosmetik, dan Paviliun Alat Musik.

Menurut Puntodewi, keberagaman produk yang ditampilkan menunjukkan potensi industri manufaktur Indonesia, baik dari industri yang mengandalkan kreativitas, desain, dan keterampilan maupun industri yang membutuhkan penguasaan teknologi serta standar produksi tertentu.

"Keragaman ini menunjukkan peluang ekspor manufaktur Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri berskala besar, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengembangkan produk yang inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar internasional," tutur Puntodewi.

Ia menambahkan berbagai produk yang ditampilkan dalam paviliun manufaktur tersebut mencerminkan luasnya kapasitas produksi dan daya saing industri nasional di berbagai kelompok komoditas.

  • Industri Manufaktur Indonesia

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.