Embung Kebagusan Ditarget Pangkas Risiko Banjir Mampang dan Krukut hingga 8 Persen

Selasa, 13 Okt 2026, 18:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan mengandalkan embung, waduk, dan normalisasi sungai. Salah satu proyek yang disiapkan untuk mengurangi risiko genangan adalah Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang ditinjau Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (13/10/2026).

Embung Kebagusan memiliki luas sekitar dua hektare dan dirancang untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung (Phb) Joe. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu menekan potensi genangan di kawasan sekitarnya, khususnya yang berkaitan dengan aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan mengandalkan embung, waduk, dan normalisasi sungai. Salah satu proyek yang disiapkan untuk mengurangi risiko genangan adalah Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang ditinjau Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (13/10/2026). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pramono mengatakan pembangunan embung menjadi bagian dari strategi penanganan banjir secara menyeluruh di Jakarta. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lain berupa pembangunan waduk dan normalisasi tiga sungai yang dinilai berkaitan dengan pengendalian banjir di Ibu Kota.

"Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang mempersiapkan penanganan banjir secara menyeluruh, baik itu membangun embung, waduk, dan juga normalisasi tiga sungai yang ada: Ciliwung, Krukut, dan Cakung," ujarnya.

Menurut Pramono, keberadaan Embung Kebagusan diharapkan mampu menahan sebagian aliran air sehingga beban sistem drainase di kawasan sekitarnya dapat berkurang. Berdasarkan perhitungan teoretis yang disampaikan, embung tersebut berpotensi menahan aliran air dari DAS Mampang dan Krukut hingga delapan persen.

"Embung yang seperti ini yang kita sebut dengan Embung Kebagusan itu luasnya kurang lebih dua hektare. Mudah-mudahan dengan penanganan banjir, walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Dari hitungan secara teoretis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen," jelas Pramono.

Meski demikian, pembangunan embung tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko banjir di Jakarta. Pemprov DKI menempatkan infrastruktur tersebut sebagai salah satu bagian dari penanganan yang lebih luas, dengan menggabungkan penampungan air dan pembenahan aliran sungai.

Selain untuk mengurangi risiko genangan, Embung Kebagusan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar. Pemprov DKI berencana mengoptimalkan fungsi tersebut melalui kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya.

Pramono menyebut air yang tertampung di embung dapat memberikan manfaat tambahan di luar fungsi pengendalian banjir. Pemanfaatannya berpeluang mendukung kebutuhan air masyarakat, termasuk penghuni apartemen yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Rencana pemanfaatan air tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur pengendali banjir juga dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan perkotaan lainnya. Namun, optimalisasi fungsi air tetap memerlukan koordinasi antara instansi terkait agar pengelolaan dan pemanfaatannya dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menargetkan tiga embung dan waduk mulai beroperasi pada Februari 2027. Infrastruktur tersebut terdiri atas dua lokasi di Jakarta Timur dan satu lokasi di Jakarta Barat yang pembangunannya ditargetkan selesai pada tahun anggaran 2026.

"Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi. Tadi disampaikan Pak Gubernur ada dua lokasi plus satu izin di Jakarta Barat juga. Jadi, di Jakarta Timur ada dua sudah selesai dan di Jakarta Barat ada satu sudah selesai di tahun anggaran 2026," kata Ika.

Target operasional tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperkuat kapasitas penampungan air di sejumlah wilayah. Dengan bertambahnya infrastruktur pengendali banjir, pemerintah berharap aliran air dapat dikelola lebih baik saat curah hujan meningkat.

Pembangunan Embung Kebagusan dan sejumlah embung lainnya juga menjadi bagian dari pendekatan penanganan banjir melalui infrastruktur yang tersebar di berbagai kawasan. Pemprov DKI menggabungkan pembangunan penampungan air, normalisasi sungai, dan rencana pemanfaatan air untuk mendukung pengelolaan sumber daya air di Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.