Arus Peti Kemas TPS Tembus 122.876 TEUs, Aktivitas Logistik Makin Bergairah

Selasa, 13 Okt 2026, 18:15 WIB

SURABAYA – Arus peti kemas di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencapai 122.876 twenty-foot equivalent units (TEUs) pada September 2026, yang mencerminkan terjaganya aktivitas logistik di tengah dinamika perdagangan global dengan dukungan produktivitas bongkar muat yang melampaui standar minimum.

"Arus peti kemas yang tetap terjaga pada September 2026 menunjukkan kemampuan TPS dalam memberikan layanan operasional yang andal, efisien, dan berkelanjutan," kata Direktur Utama TPS Ali Sodikin di Surabaya, Jatim, Selasa (13/10).

Ket. Foto: Ilustrasi - Aktivitas bongkar dan muat peti kemas di TPS, Surabaya, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-PT TPS

Dari total arus peti kemas tersebut, sebanyak 120.725 TEUs merupakan peti kemas internasional, sedangkan sisanya berasal dari layanan domestik.

Ali mengatakan dominasi arus ekspor dibandingkan impor menjadi indikasi positif bahwa aktivitas perdagangan internasional masih bergerak dinamis sekaligus memperkuat peran terminal dalam mendukung kelancaran distribusi barang.

Dari sisi produktivitas, layanan internasional TPS mencatat rata-rata box ship hour (BSH) sebesar 51 boks per kapal per jam yakni melampaui standar minimum 48 boks per kapal per jam yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak.

TPS juga melayani 87 kunjungan kapal internasional sepanjang September 2026 dengan tingkat keterisian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) internasional tetap terkendali, yakni 36,48 persen untuk ekspor dan 39,29 persen untuk impor.

Kondisi itu mencerminkan pengelolaan lapangan penumpukan yang efektif sehingga mendukung kelancaran pergerakan peti kemas serta menjaga kesiapan terminal dalam melayani arus logistik.

Untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan dampak lingkungan dari kegiatan operasional, TPS mengoptimalkan penggunaan peralatan berbasis listrik termasuk electric quay container crane (E-QCC) dan electric rubber tyred Gantry (E-RTG).

Ali menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional guna memperkuat peran TPS sebagai salah satu gerbang utama logistik di kawasan timur Indonesia.

Kinerja tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan rantai pasok melalui layanan kepelabuhanan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.