Rupiah Masih Rawan - 09 Oktober 2026

Jumat, 09 Okt 2026, 07:45 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali tertekan pada perdagangan akhir pekan seiring masih tingginya ketidak­pastian eksternal.

Gejolak geopolitik dan arah kebijakan The Fed akan menentukan kekuatan dollar AS dan arus mo­dal global sehingga membuat ruang penguatan rupiah re­latif terbatas.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi me­lihat kurs rupiah diprediksi melemah imbas sentimen tentang dampak konflik di Timur Tengah yang menimbulkan gejolak pada pasar minyak global.

Rupiah juga diprediksi melemah seiring ekspektasi pasar bank sentral AS berpeluang memper­tahankan suku bunga pada pertemuan pada Oktober.

Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dol­lar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (9/10), bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran 17.910 - 17.950 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Kamis (8/10), bergerak melemah 28 poin atau 0,16 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.915 rupiah per dollar AS.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dollar AS di tengah DXY (indeks dollar AS), yield UST (obligasi peme­rintah Amerika Serikat/ AS) dan harga minyak mentah dunia yang kembali naik oleh ancaman serangan militer AS terhadap Iran,” ucap Analis Doo Financial Lukman Leong di Jakarta.

Mengutip Sputnik, pemerintah AS dilaporkan meminta Departemen Perang menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap Iran menjelang pemilu paruh waktu Kongres pada November.

Mengutip dua pejabat pemerintahan, The Atlan­tic melaporkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) se­dang menyusun rencana tersebut, namun belum ada kepu­tusan final mengenai kemungkinan serangan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.