Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Opsi Tutup Total TPST Bantargebang dan Wajib Pulihkan Lingkungan

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 15:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Opsi Tutup Total TPST Bantargebang dan Wajib Pulihkan Lingkungan Doc: KPNas
Ket. Gunung-gunung sampah Bantargebang menjadi sarang penyakit.

Oleh Bagong Suyoto

Aktivis Lingkungan Hidup dan Ketua Koalisi Persampahan Nasional

TPST Bantargebang ikon nasional yang sudah tumbang! Apakah harus diselamatkan? Ia bagian dari penciptaan petaka ekologis dan kemanusiaan akibat arogansi pengelolaan yang tidak profesional dan tak patuh peraturan perundangan.

Tragis sekali, mengapa Pemerintah DKI Jakarta menghargai lingkungan hidup, kesehatan dan hak asasi manusia warga Bantargebang sangat mudah dan sederhana? Dana kompensasi sampah hanya Rp380 miliar, tidak sampah Rp400 miliar per tahun.

Pemprov DKI Jakarta memberikan dana kompensasi Rp400-500 miliar per tahun sangat murah. Harga lingkungan yang baik dan sehat, kesehatan warga dan hak azasi manusia (HAM) tak sebanding dengan uang konpensasi tersebut. Pemprov DKI Jakarta mesti berpikir lebih bijaksana.

Berapa besar kerugian akibatan pencemaran udara dan bau tengik selama 35-37 tahun? Berapa besar kerugian akibat pencemaran air permukaan dan sumur warga yang menjangkau puluhan kilo meter? Berapa besar kerugian akibat pencemaran tanah? Berapa besar kerugian kenyaman hidup akibat hilangnya keindahan alam, image wilayah yang buruk akibat sampah, konflik sosial berkepanjangan?

Gunung-gunung sampah Bantargebang menjadi sarang penyakit. Setidak ada 20 penyakit utama, yaitu, yaitu rangking pertama diduduki ISPA; Dispepsia; Demam yang tidak diketahui; Diare dan Gastroenteritis; Faringitis Akuta; Myalgia; Hipertensi Primer (esensial); Migren dan sindrom nyeri kepala; Artritis lainnya; Gastritis dan duodenitis; Diabetes Mellitus tidak spesifik; kunjungtivitis; Nasofaringitis Akuta (Common Cold); Tonsilitis Akuta; Gangguan lain pada kulit; Pneumonia; Abses; Furunkel; Karbunkel Futan; Varisela/Cacar air; Dermatitis Kontak, dan Rematisme tidak spesifik.

Pemprov DKI Jakarta harus bertanggungjawab penuh melindungi dan memulihkan lingkungan TPST Bantargebang dan sekitar. Kedua, memberi dana kompensasi yang layak sesuai permintaan warga. Jika tidak, lebih baik TPST Bantargebang ditutup total dan Pemprov DKI Jakarta berkewajiban penuh memulihkan fungsi-fungsi lingkungan hidup seperti sedia kala.

Pengelola TPST Bantargebang semakin congkak, mencemari dan merusak lingkungan hidup, merusak keindahan landscape kampung dan sungai. Kerusakan lingkungan tak sebanding dengan besaran dana kompensasi atau uang bau.

Derita petaka lingkungan berkelanjutan akibat ketidakbecusan pengelola TPST Bantargebang! Leachate dan mikroplastik merajalela mengalir kian massif ke kali Ciketing/Kali Asem hingga pesisir Muaragembong dan laut Jawa. Merupakan kejahatan lingkungan yang nyata!

Masa depan TPST Bantargebang sangat naif jika hanya ditentukan oleh segelintir orang yang tidak terkena dampak langsung?! Perpanjangan perjanjian kerjasama (PKS) pemanfaatan TPST Bantargebang harus mendapat masukan dari warga, generasi muda terdampak dan tokoh masyarakat.

Pencemaran Lingkungan Masif

Gunung-gunung sampah TPST Bantargebang ditambah sampah hotel, restouran, kafe (Horeka), mall, gedung perkantoran di ke tempat pembuangan (TPS) liar sebagai sarang dan penebar berbagai penyakit merusak harkat martabat rakyat Bantargebang. TPS liar dari sampah Jakarta leachate-nya mengalir ke wilayah Bantargebang.

Persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar bukan hanya masalah uang bau terlalu sedikit tak sebanding dengan derita yang dialami, melainkan pula persoalan pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan yang terus menghantui. Masyarakat, terutama generasi muda harus ditanya dan diajak bicara mengenai masa depannya dan keberlanjutan TPST tersebut. Oleh karena itu perlu forum generasi muda Bantargebang untuk membicarakan keberlanjutan lingkungan, kearifan lokal, kesehatan dan isu lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Perlindungan Ojol Harus Ber...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.