HKI Desak Percepatan PSN dan KEK, Ekonomi RI Butuh Akselerasi
Jumat, 09 Okt 2026, 18:45 WIBJAKARTA â Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyampaikan percepatan pengajuan, evaluasi, dan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa menarik investasi, memperkuat daya saing industri, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan percepatan penetapan PSN dan KEK diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif, mempercepat realisasi proyek industri, serta memberikan kepastian berusaha bagi investor domestik maupun asing.
"Kawasan industri memiliki peran strategis sebagai motor penggerak investasi, hilirisasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Namun, untuk mencapai target tersebut, kita membutuhkan keberanian melakukan terobosan kebijakan, khususnya dalam mempercepat proses perizinan dan realisasi investasi,â ujar Ma'ruf dalam keterangan resmi yang telah dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (9/10).
Menurut HKI, PSN dan KEK merupakan instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, menarik investasi berskala besar, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Oleh karena itu, percepatan penetapan tidak hanya diperlukan untuk usulan PSN dan KEK baru, tetapi juga untuk pengembangan dan perluasan kawasan yang telah beroperasi.
Ma'ruf menilai persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin ketat. Investor global tidak hanya mempertimbangkan insentif fiskal dan ketersediaan lahan, tetapi juga kecepatan pengambilan keputusan, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Untuk mengatasi kendala tersebut, HKI mengusulkan mekanisme percepatan atau fast-track approval bagi pengajuan PSN dan KEK yang telah memenuhi persyaratan, memiliki kesiapan lahan dan infrastruktur, serta didukung komitmen investasi dan potensi dampak ekonomi yang signifikan.
Mekanisme tersebut diharapkan dilengkapi dengan batas waktu pelayanan yang terukur, koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang lebih efektif, serta kepastian pengambilan keputusan. Pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aspek lingkungan, tata ruang, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Pihaknya juga menilai pengembangan dan perluasan kawasan industri maupun KEK yang telah memiliki rekam jejak investasi baik, infrastruktur memadai, serta minat investor perlu memperoleh proses evaluasi dan persetujuan yang lebih efisien.
HKI meyakini langkah-langkah tersebut dapat mempercepat masuknya investasi, memperkuat industri manufaktur, meningkatkan ekspor, mendorong hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja dalam skala lebih besar.
Ma'ruf menegaskan HKI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi melalui pengembangan kawasan industri yang modern, terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
âPemerintah dan dunia usaha harus bergerak bersama dengan kecepatan yang sama. HKI siap mendukung penuh agenda Pemerintah, tetapi kita juga harus memastikan bahwa kebijakan investasi benar-benar memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor,â ujarnya.
Ia menambahkan, percepatan penetapan PSN dan KEK perlu menjadi bagian dari terobosan nasional untuk memastikan Indonesia mampu bersaing dalam menarik investasi global dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Florikultura RI Makin Berbunga-bunga, Ekspor 2026 Tembus Rp3,51 Triliun
-
Waspada Loker Palsu! Pemkot Jakbar Minta Warga Langsung Lapor Jika Menemukannya
-
Jelang Laga Persija vs Persib, Polda Metro Siapkan Pengamanan Berlapis
-
Waspada! Musim Kemarau Picu Penyakit Pernapasan, Ini yang Harus Dilakukan!
-
El Nino Hantam Jateng dan Jatim, KemenPU Salurkan 23,2 Juta Liter Air Bersih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.