Harga Beras Pasar Capai Rp17 Ribu, Pemerintah Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP
Rabu, 04 Nov 2026, 16:37 WIBPalembang - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menyiapkan satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengantisipasi kenaikan harga beras sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Zulkifli Hasan saat penyaluran bantuan pangan di Palembang, Rabu (4/11), mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi padi akibat kemarau panjang yang dapat memengaruhi pasokan dan harga beras di pasaran.
Menurut dia, penyediaan beras subsidi tersebut telah dibahas bersama sejumlah kementerian terkait, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Keuangan, serta mendapat persetujuan Presiden.
"Kami sudah memutuskan rapat di Menko, di Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, dan disetujui oleh Bapak Presiden. Kita menyiapkan 1 juta ton. Satu juta ton itu artinya 1 miliar kilogram beras subsidi," katanya.
Ia menjelaskan, beras tersebut akan disalurkan melalui program SPHP dengan harga Rp12.500 per kilogram. Harga itu berada di bawah harga beras di pasaran yang berkisar Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram.
"Kalau di pasar Rp15 ribu sampai Rp17 ribu, disubsidi oleh pemerintah, dijual Rp12.500. Berasnya SPHP namanya," katanya.
Zulkifli mengatakan masyarakat dapat memperoleh beras SPHP melalui kantor Perum Bulog maupun pasar tradisional yang menjadi jaringan pemasaran beras subsidi tersebut.
Cadangan Beras Pemerintah
Sebelumnya, Perum Bulog memastikan mutu cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4,6 juta ton tetap terjaga melalui pengelolaan gudang sesuai standar. Stok tersebut disiapkan untuk mendukung stabilisasi pasokan, penyaluran bantuan pangan, serta pemenuhan kebutuhan darurat nasional.
"Bulog memastikan stok beras sebanyak 4,6 juta ton yang tersimpan di jaringan gudang di seluruh Indonesia terjaga mutunya menjelang akhir tahun," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Selasa (3/11).
Ia menjelaskan, stok tersebut tersimpan di jaringan gudang dengan kapasitas total 6,7 juta ton dan tingkat keterisian sekitar 70 persen. Dengan demikian, Bulog masih memiliki ruang penyimpanan sekitar dua juta ton untuk menyerap hasil panen petani dan mendukung kesiapan penyaluran.
Kapasitas penyimpanan tersebut terdiri atas gudang operasional sebesar 3,2 juta ton dan gudang sewa atau filial sebesar 3,5 juta ton.
Bulog juga menjaga kesiapan stok untuk memenuhi kebutuhan penyaluran, termasuk mengantisipasi peningkatan permintaan pangan selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
"Stok yang besar tidak berarti apa-apa jika mutunya tidak terjaga. Di balik setiap karung beras ada jerih payah petani dan amanah masyarakat. Karena itu setiap tahapan, dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran, harus dijalankan dengan disiplin, jujur dan penuh tanggung jawab," tegas Rizal.
- Harga Pangan
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Yili Indonesia Perkuat SDM UMKM Daerah melalui Kolaborasi Keamanan Pangan
-
Gelar GPM di 514 Kabupaten/Kota, Bapanas Pastikan Pangan Murah Merata Hingga Pelosok
-
Terendah se-Jawa, Inflasi Jakarta September Terkendali
-
Menaker: Penyandang Disabilitas Perlu Pelatihan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja.
-
Museum Radya Pustaka di Surakarta Kenalkan Sejarah Jawa lewat Naskah Kuno
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.