BKSDA Aceh: Tiga Orang Utan Jalani Reintroduksi di Cagar Alam Jantho

Jumat, 09 Okt 2026, 19:05 WIB

BANDA ACEH -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan tiga individu orang utan sumatra (pongo abelii) menjalani proses reintroduksi di Pusat Reintroduksi Orangutan, Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala BKDSA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Jumat, mengatakan tiga individu orang utan tersebut dari Pusat Karantina dan Rehabilitasi Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) Sibolangit, Sumatera Utara.

Ket. Foto: Orang utan di Stasiun Reintroduksi Jantho, Kabupaten Aceh Besar. — Sumber: ANTARA/M Haris SA

"Ada tiga individu orang utan tiba di Pusat Reintroduksi Orangutan, Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Selanjutnya, ketiga individu orang utan tersebut menjalani tahapan persiapan, penilaian, dan pemantauan sebagai bagian dari proses reintroduksi," katanya.

Reintroduksi merupakan proses mengembalikan satwa liar ke habitatnya dengan harapan spesies terancam punah tersebut dapat kembali serta memiliki sifat alaminya.

Tiga individu orang utan tersebut yakni Didi, betina berusia 11 tahun, Trumon, jantan berusia 25 tahun, dan Babahlung, jantan berusia delapan tahun. Sebelumnya, ketiga satwa tersebut menjalani rehabilitasi dan dilanjutkan ke tahap reintroduksi.

Menurut Ujang Wisnu Barata, kedatangan tiga orang utan tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses konservasi yang dilakukan bertahap dan terukur dengan harapan ketiganya mampu beradaptasi di alam liar.

"Reintroduksi merupakan proses penting mengembalikan orang utan ke habitatnya. Setiap individu orang utan tersebut akan dipantau guna memastikan siap beradaptasi di alam liar," katanya.

Sementara itu, Manajer Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)-SOCP Hafidz mengatakan kedatangan tiga satwa dilindungi tersebut merupakan awal menuju kehidupan di alam.

"Setiap orang utan memiliki kondisi dan perkembangan yang berbeda. Setelah tiba di Jantho, ketiganya menjalani tahapan persiapan dan pemantauan untuk melihat kemampuan beradaptasi, perilaku, serta kesiapan masing-masing individu sebelum melanjutkan ke tahapan reintroduksi berikutnya," katanya.

Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho merupakan bagian dari rangkaian upaya konservasi orang utan sumatra melalui proses pengembalian individu hasil rehabilitasi ke habitat alaminya.

Ia mengatakan proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan individu, kondisi habitat, serta aspek keselamatan dan kesejahteraan orang utan.

Keberhasilan reintroduksi tidak hanya bergantung pada kesiapan individu, tetapi juga pada kondisi habitat dan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Upaya pengembalian orang utan ke alam membutuhkan kerja sama dan koordinasi berbagai pihak. Pemerintah, lembaga konservasi, masyarakat, serta para pihak terkait memiliki peran dalam memastikan proses konservasi dan perlindungan habitat dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Hafidz.

Menurut dia, melalui kolaborasi antara BKSDA Aceh dan YEL, proses reintroduksi diharapkan dapat terus mendukung upaya pelestarian orang utan sekaligus menjaga keberlanjutan populasi dan ekosistem hutan sebagai habitat alaminya.

"Upaya konservasi orang utan sumatra terus diperkuat melalui rangkaian rehabilitasi dan reintroduksi untuk mempersiapkan individu yang telah siap kembali hidup di habitat alaminya," kata Hafidz.

  • orang utan

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.