KemenPPPA Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Perempuan Melalui Pengembangan Kebun Pangan

Jumat, 09 Okt 2026, 19:25 WIB

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong pengembangan Kebun Pangan Perempuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Program ini juga diharapkan memperluas akses perempuan terhadap lahan produktif dan sumber penghidupan.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, mengatakan program tersebut menjadi salah satu fokus pemberdayaan perempuan selama tiga tahun ke depan. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi kesenjangan akses perempuan terhadap lahan, air, dan pangan.

Ket. Foto: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan — Sumber: Humas Kementerian PPPA

“Entry point yang akan kami gerakkan sampai tiga tahun ke depan ini adalah Kebun Pangan Perempuan. Flagship kami adalah Kebun Pangan Perempuan,” kata Veronica dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (9/10).

Menurut Veronica, perempuan memiliki peran besar dalam berbagai program pemberdayaan di desa. Namun, keterbatasan akses terhadap sumber daya masih menjadi kendala dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kalau kita sampai di desa, kita akan menemukan banyak sekali program-program yang pelakunya perempuan. Tapi gap yang selalu kita lihat adalah perempuan itu tidak mempunyai akses,” ujar dia.

Program Kebun Pangan Perempuan dikembangkan di lima lanskap GEF SGP Indonesia OP8. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah ancaman kekeringan, krisis air, banjir, dan longsor.

“Kami ingin memperluas kesempatan perempuan mengelola lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini akan diperkuat melalui kolaborasi kementerian, pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah, dan kelompok masyarakat,” kata Veronica.

KemenPPPA berperan mengkoordinasikan dukungan lintas sektor, termasuk penyediaan air, bibit, infrastruktur desa, serta perluasan akses pasar. Koordinasi juga dilakukan untuk membantu mengatasi persoalan lahan yang dihadapi kelompok perempuan.

“Kami ingin menghimpun berbagai program yang sudah dilakukan melalui small grant ini. Apa yang bisa kami gabung, apa yang bisa kami bantu, termasuk ketika membutuhkan air, memfasilitasi koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, atau persoalan lainnya,” ujar dia.

Veronica menegaskan, sinergi antarkementerian dan pemerintah daerah diperlukan agar dukungan program dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Melalui GEF SGP Indonesia OP8, pemberdayaan perempuan diharapkan berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan pengembangan ekonomi desa. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.