Mentan: Dari 11 Juta Hektar Lahan Sawah, 50 Ribu Terdampak El Nino
Kamis, 08 Okt 2026, 22:55 WIBJAKARTAâ Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan dampak El Nino terhadap tanaman padi nasional masih terkendali. Dari total proyeksi luas tanam 11 juta hektare hingga akhir tahun 2026, lahan yang terdampak kekeringan hanya sekitar 50 ribu hektare atau 0,45 persen.
âSekarang mungkin 50 ribuan hektare (lahan terdampak). Tiga bulan lalu, 30 ribu hektare. Perkiraan sekarang maksimal 50 ribu hektare dan itu masih aman,â kata Mentan Amran saat doorstop usai sidak di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Amran menegaskan angka tersebut masih dalam skala yang sangat kecil dan terkendali dibandingkan luas pertanaman nasional. Pemerintah terus melakukan intervensi agar produksi tetap terjaga.
âIrigasi jalan, pompanisasi jalan, irpom jalan, oplah jalan, semua jalan. Dan benih yang tahan kekeringan. Ada juga yang produktivitasnya tinggi dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System),â jelasnya.
Kementan mengandalkan penguatan irigasi, pompanisasi, irigasi perpompaan (irpom), optimalisasi lahan (oplah), serta penggunaan benih tahan kekeringan dan produktivitas tinggi untuk menjaga produktivitas di tengah kekeringan.
Di tengah lahan terdampak yang minim, Mentan juga memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi. Pemerintah menjaga keseimbangan agar petani tetap untung dari harga gabah yang tinggi, sementara konsumen terlindungi lewat operasi pasar.
âPetani senang kan? Ya makanya kita lakukan operasi pasar, karena beras kita banyak. Petani biarkan nikmati harganya, tetapi Bulog melakukan operasi pasar. Dan ada juga SPHP, kemudian ada juga bantuan pangan,â ujarnya. âKita aman,â tegasnya.
Amran bahkan menyebut pendapatan petani yang menerapkan metode baru PM-AAS dengan benih unggul dan teknologi tinggi bisa mencapai Rp15â16 juta per bulan per hektare.
âJadi memang kalau katakanlah setengah hektare, berarti bisa Rp8 juta, dengan metode baru. Ini kita gerakkan seluruh Indonesia,â katanya.
Dengan produksi yang aman, pemerintah mulai menjajaki peluang ekspor beras. Setelah Malaysia, pasar berikutnya yang dibidik adalah Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.
âKita masih jajaki ada dua-tiga negara. Jejaki Filipina, Papua Nugini, dengan Timor Leste, negara tetangga kita,â ujar Amran.
Terkait kasus beras fortifikasi, Mentan memastikan penindakan tetap berjalan dan pihaknya sudah bersurat ke Mabes Polri.
âIya, kita tetap tindaki. Kita sudah menyurat ke Mabes Polri,â pungkasnya.
- Produksi Pangan
- dampak El Nino
- bencana kekeringan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Dinas Tanaman Pangan Kalbar: Dampak El Nino Sebabkan Satu Musim Tanam Padi Hilang
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.