Menko PMK Pastikan Bantuan Karhutla Prioritaskan Kesehatan Warga Terdampak
Kamis, 22 Okt 2026, 12:12 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono memastikan bantuan pemerintah sebesar Rp1,235 triliun untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memprioritaskan kesehatan warga terdampak.
"Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp1,235 triliun rupiah yang ditekankan oleh Presiden untuk diprioritaskan pada perlindungan masyarakat yang terdampak, termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan," katanya di Jakarta, Kamis (22/10).
Bantuan tersebut juga diprioritaskan untuk pembagian masker, oksigen portabel, fasilitas atau sarana pemulihan, termasuk di dalamnya rumah oksigen, kemudian penanganan masyarakat yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sugiono menegaskan, sesuai arahan Presiden, penanganan karhutla harus dilakukan secara lebih masif, terpadu, dan cepat, serta tidak semata-mata menunggu datangnya hujan, tetapi juga upaya-upaya yang lain yang dapat dilakukan dalam rangka mitigasi keadaan yang sedang terjadi.
"Tentu saja pemerintah terus bekerja keras mengatasi terjadinya karhutla ini, serta dampaknya terhadap masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengalami situasi terburuk, terutama enam provinsi yang bantuan pemerintah di tahap pertama sudah disalurkan pada 7 September 2026 untuk Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau, serta kepada 35 pemerintah kabupaten/kota yang terdampak karhutla di provinsi-provinsi tersebut," paparnya.
Sugiono menambahkan, prioritas berikutnya tentu untuk upaya-upaya pemadaman dan mengatasi karhutla, seperti penambahan sarana berupa alat pelindung diri bagi personel pemadam, pompa air, tangki air, selang pemadaman, alat suntik air untuk lahan gambut, pembuatan sumur bor, serta operasional dan mobilisasi personel dalam rangka pemadaman karhutla.
"Prioritas berikutnya, bantuan pemerintah pusat tersebut juga untuk dukungan logistik bagi para personel yang terlibat di dalam upaya pemadaman karhutla ini karena kita ketahui bersama bahwa penanganan karhutla ini memerlukan kolaborasi dari berbagai unsur dan pihak, terutama masyarakat yang berada di lokasi terdampak," ujar dia.
Sugiono mengemukakan, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla, membantu masyarakat yang terdampak semaksimal mungkin, yang menjadi upaya keras pemerintah dalam rangka menangani bencana tersebut.
"Saat ini, ada sekitar 71 ribu personel yang dikerahkan untuk bisa mengatasi situasi karhutla dengan berbagai upaya dan operasi. Selain operasi pemadaman lewat pasukan darat, juga dilakukan upaya-upaya yang melibatkan operasi udara, di antaranya water bombing, penaburan dry ice yang dalam satu minggu terakhir juga menunjukkan hasil yang efektif," tuturnya.
- Dampak Karhutla
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Papua Barat Kembali Perpanjang Status Darurat
-
Media Inggris Soroti 300 Rumah Hangus karena Karhutla di Indonesia, Hampir 1.000 Warga Mengungsi
-
NBA dan FIBA Tetap Berkomitmen Bangun Kompetisi Basket Eropa
-
Formula 1: FIA Pertahankan Perbaikan Software Sepang jika GP Singapura Diguyur Hujan
-
Gubernur: Akselerasi Pendidikan Hingga Ekonomi Kado HUT ke-26 Banten
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.