FAO Tekankan Pentingnya Investasi Pertanian karena Memburuknya Krisis Pangan

Kamis, 08 Okt 2026, 19:20 WIB

ROMA — Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyerukan pendanaan mendesak untuk melindungi produksi pangan di kawasan Timur Dekat dan Afrika Utara. Seruan tersebut disampaikan ketika konflik, perpindahan penduduk, dan tekanan iklim semakin memperburuk kerawanan pangan di kawasan tersebut.

Lebih dari 45 juta orang menghadapi kelaparan tingkat krisis atau lebih buruk di Gaza, Lebanon, Sudan, Suriah, dan Yaman. Konflik dan guncangan ekonomi telah melemahkan kapasitas produksi pangan, menghancurkan infrastruktur pertanian, serta mengganggu pasar.

Ket. Foto: — Sumber: Food and Agriculture Organization

FAO menilai pertanian memiliki peran penting dalam mencegah kerawanan pangan semakin memburuk. Wakil Direktur Jenderal FAO, Beth Bechdol, mengatakan tindakan perlu dilakukan sebelum kerugian menjadi tidak dapat dipulihkan.

Menurut dia, investasi awal dalam benih, ternak, air, dan bantuan pertanian lainnya dapat melindungi mata pencaharian masyarakat. "Ini juga dapat mencegah kelaparan semakin parah dan mengurangi kebutuhan bantuan kemanusiaan dalam jangka panjang," kata dia, Kamis (8/10).

Di Gaza dan Tepi Barat, lebih dari 1,2 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut pada April hingga Juni 2026. FAO membutuhkan USD140,9 juta pada 2027 untuk bantuan pertanian dan pemulihan di wilayah tersebut.

Di Lebanon, sebanyak 1,24 juta orang diproyeksikan menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis pada April hingga Agustus 2026. FAO membutuhkan USD38 juta untuk membantu 35 ribu petani dan rumah tangga pedesaan yang terdampak konflik.

Sementara itu, sebanyak 19,5 juta orang di Sudan menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi. Namun, baru 23 persen dari kebutuhan USD193 juta yang telah didanai.

Di Suriah, sekitar 7,2 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut pada akhir 2025. FAO membutuhkan USD171,5 juta pada 2027 untuk membantu 5,2 juta orang melalui perlindungan mata pencaharian, pemulihan, dan peningkatan ketahanan.

Di Yaman, 18,3 juta orang menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih buruk. FAO menyatakan telah memperoleh kurang dari satu persen dari kebutuhan USD87,9 juta untuk 2027.

FAO menilai bantuan pertanian darurat dapat membantu keluarga tetap memproduksi pangan selama krisis. Bantuan tersebut mencakup benih, pakan ternak, layanan kesehatan hewan, bantuan tunai, voucher, serta dukungan irigasi.

FAO juga menyoroti dampak konflik terhadap sektor pertanian di Lebanon. Lebih dari satu juta orang mengungsi setelah eskalasi konflik pada Maret 2026, terutama dari wilayah pedesaan.

FAO menyerukan kepada para donor dan mitra untuk mempertahankan serta meningkatkan dukungan bagi bantuan pertanian darurat di kawasan tersebut. Bantuan diharapkan diberikan tepat waktu agar masyarakat dapat mempertahankan produksi dan mata pencaharian sebelum kerugian menjadi tidak dapat dipulihkan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.